Tirilye, Kota Kecil Bersejarah di Provinsi Bursa Turki

0
104
Foto Anews

Selamat datang di Tirilye, kota yang tenang dan damai di Bursa. Kota kecil yang dihiasi warna biru Laut Marmara tak berujung di satu sisi kota, dan pohon zaitun di sisi lainnya. Dengan sejarah pemukiman yang seakan membawa kembali ke kehidupan di abad ke-5 SM, Tirilye dikenal sebagai Brylleion dalam bahasa Yunani.

Ketika barang-barang lokal dari Marmara Selatan menjadi sangat populer, Tirilye adalah salah satu dari banyak pelabuhan integral yang didirikan pada zaman kuno. Tirilye juga cukup terkenal dengan buah zaitun dan bekas penduduk Yunani yang juga mengambil bagian dalam perdagangan sutra. Nama Tirilye diyakini berasal dari ikan mullet merah lokal yang terkenal dan menghiasi meja kaisar Bizantium Ikan tersebut dikenal juga dengan nama Trigleia.

Setelah pertukaran penduduk antara Yunani dan Turki pada tahun 1923, orang-orang Yunani di kota itu meninggalkan rumah mereka dan beremigrasi ke Yunani. Sebuah pusat keagamaan penting bagi orang Kristen Ortodoks Yunani, arsitektur Ottoman dan Bizantium Tirilye sangat menarik.

Dengan populasi 2.500 jiwa, Tirilye adalah tempat liburan yang sempurna bagi mereka yang mencari suasana indah di akhir pekan. Pengunjung dapat menemukan dan menelusuri jejak berbagai budaya. Berikut ini adalah panduan singkat saat Anda mengunjungi Tirilye, kota paling kecil di Bursa.

Rumah-rumah di Tirilye

Rumah Tirilye umumnya terbuat dari kayu dan batako serta sebagian besar dibangun tiga lantai. Rumah-rumah tersebut mencerminkan arsitektur Bizantium dan Yunani. Lantai pintu masuk digunakan sebagai gudang perapian dan gudang zaitun. Para keluarga di Tirilye biasa menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam bagian rumah tersebut saat tiba musim panas. Lantai kedua adalah mezzanine. Langit-langit di lantai ini terbuka. Lantai ketiga digunakan untuk area duduk dan kamar tidur dengan langit-langit yang sangat tinggi.

Sekolah Batu

Ialah Seminari, yang digunakan sebagai sekolah dasar sampai tahun 1980-an, dibangun dengan gaya Neo-Klasik pada tahun 1909. Sekolah itu merupakan tempat mantan Presiden Siprus Makarios III dididik, kemudian diubah menjadi Sekolah Darel Eytam untuk mendidik anak-anak yatim yang orang tuanya menjadi korban oleh Kazim Karabekir pada tahun 1924. Saat ini, kota tersebut hampir menjadi reruntuhan, karena tidak adanya pelestarian yang dilakukan. Kawasan tersebut dikelilingi oleh pagar kawat untuk mencegah lebih banyak kerusakan.

Rumah Dündar

Dikenal sebagai Gereja Yunani Hagios Ioannes (Gereja Yuannes) di masa lalu, saat ini Dündar House dikenal dengan sebutan bangunan batu, karena gereja itu digunakan sebagai milik pribadi setelah orang Yunani meninggalkan Tirilye. Di pintu masuk utama, yang berasal dari abad ke-19, gerbang batu yang melengkung menyambut setiap orang yang datang. Lihatlah dinding-dinding gereja untuk melihat arsitektur Bizantium yang otentik, karena ukiran ukiran batu dan motif Bizantium menarik perhatian.

Gereja Kemerli

Gereja Panagia Pantobasilissa atau Gereja Kemerli dikenal sebagai museum pertama yang dindingnya dilukis dalam sejarah. Beberapa manuskrip menunjukkan bahwa gereja didedikasikan untuk Maria. Taman gereja yang hancur penuh dengan pohon ara dan prem. Lukisan di dinding rusak karena fondasi yang rapuh, tergores dan dicat. Kabarnya, Patriara Yunani Fener membeli gereja tersebutdan akan dipulihkan serta digunakan untuk beberapa kali ritus dalam setahun.

Biara Medikion

Biara Medikion yang juga dikenal sebagai Biara Saint Sergios Medikion, terletak di rute menuju pelabuhan Eşkel dari Tirilye. Ada sebuah kuburan Yunani di biara yang terletak di barat laut. Biara ini dikenal sebagai Biara Medikion pada abad ke-11. Biara tersebut kemungkinan dibangun pada abad ke-8. Hanya lahan dengan tembok dan gerbang masuk megah (200 kilo) biara yang tetap ada dan digunakan sebagai lahan pertanian ketika didirikan.(Yn)

Sumber: Anews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here