‘Tidak Ada Yang Bisa Mengkritik Turki Karena Membeli S-400’

0
42

Turki membeli pertahanan udara Rusia hanya ketika upayanya untuk membeli dari sekutu NATO ditolak, kata menteri luar negeri

BERITATURKI.COM, Ankara- Turki seharusnya tidak dikritik karena membeli pertahanan rudal buatan Rusia ketika upayanya untuk membeli pertahanan dan senjata dari sekutu NATO-nya ditolak, kata menteri luar negeri Turki pada hari Kamis.

“Ketika Turki membutuhkan sistem pertahanan udara, itu terutama berusaha untuk mendapatkan sistem ini dari sekutu NATO-nya. Sayangnya, sekutu NATO kami, mengutip berbagai alasan yang berbeda, tidak dapat memberikan sistem pertahanan udara ke Turki,” kata Mevlut Cavusoglu kepada wartawan. di Qatar, setelah pertemuan dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Qatar di Suriah.

Menceritakan bagaimana baterai Patriot buatan AS di sepanjang perbatasan selatan Turki dengan Suriah juga ditarik oleh berbagai negara NATO, Cavusoglu mengatakan ini terjadi pada saat Turki sangat membutuhkannya.

Dalam periode ini, kesepakatan dicapai atas tawaran Rusia untuk menjual sistem S-400 Turki, kata Cavusoglu, seraya menambahkan bahwa Turki akan membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara di masa depan.

“Jadi, dalam kasus seperti itu, kita harus membeli sistem pertahanan dari sumber yang berbeda,” jelasnya.

Mengatakan bahwa sekutu NATO Turki juga diberi tahu tentang masalah ini, dia menambahkan bahwa di masa lalu sekutu meningkatkan hambatan tidak hanya untuk membeli sistem pertahanan udara, tetapi bahkan membeli senjata sederhana, menambahkan bahwa Turki masih menghadapi banyak dari rintangan ini hari ini.

Dalam keadaan seperti itu, Turki tidak boleh dikritik karena memenuhi kebutuhannya dari berbagai sumber, katanya.

“Saat ini, kami memproduksi 70% kebutuhan industri pertahanan di negara kami. Kami juga memproduksi dan mengekspor dengan kualitas tinggi. Namun kami tetap perlu mengadakan produk yang tidak dapat kami produksi di negara kami dengan satu atau lain cara,” kata Cavusoglu.

“Turki, sebagai negara merdeka, akan menggunakan hak ini di masa depan juga,” tegasnya.

Pada April 2017, ketika upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS terbukti sia-sia, Turki menandatangani kontrak dengan Rusia untuk memperoleh S-400 canggih.

Pejabat AS menyuarakan penentangan terhadap penempatan mereka, mengklaim S-400 tidak akan kompatibel dengan sistem NATO.

Turki, bagaimanapun, menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO, dan tidak menimbulkan ancaman bagi aliansi atau persenjataannya.

Pejabat Turki telah berulang kali mengusulkan kelompok kerja untuk memeriksa masalah kompatibilitas teknis.

Sumber: Anadolu_Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here