Terukir Sosok Sultan Seljuk di Dinding Gereja

0
134
Dok. Daily Sabah

Turki. Ukiran Sultan Seljuk Mesud II dengan sorban dan kaftan di Gereja Kırkdamaltı, di Lembah Ihlara provinsi Aksaray, yang dikenal juga sebagai “gerbang menuju Cappadocia”, mulai menarik perhatian. Dalam ukiran tersebut, Sultan Mesud II dipuji dengan kata-kata “yang suci dari yang paling suci”.

Sultan Mesud II diketahui telah merangkul orang-orang Kristen yang menetap di wilayah Cappadocia setelah melarikan diri dari tekanan Kekaisaran Romawi dan karena hal itulah ia dilukis di dinding gereja. Lembah Ihlara, yang dianggap sebagai sejarah awal terbentuknya Cappadocia memiliki jejak Kekristenan di Anatolia. Ada lebih dari 100 gereja berukir di tepian lembah yang terletak di desa Belisırma.

Yang paling penting dari gereja-gereja ini adalah Gereja Kırkdamaltı, yang dikenal sebagai Santo Georgios. Menurut prasasti yang terdapat di dalamnya, gereja tersebut dibangun antara tahun 1283 dan 1295. Orang-orang Kristen yang bermigrasi ke wilayah Cappadocia di bawah negara Seljuk melarikan diri dari tekanan Kekaisaran Romawi yang tinggal di daerah tersebut.

Menurut prasasti di Kırkdamaltı Church yang dibangun oleh orang Kristen, mereka telah memuji Sultan Seljuk Mesud II. Sosok yang diukir menggunakan kaftan dan sorban dalam prasasti tersebut dipercaya sebagai gambaran dari Sultan Mesud II, yang dikenal karena menghormati agama Kristen, bersama dengan Amirarzes Basileios dan istrinya Tamara, yang memerintah wilayah tersebut.

Manajer Pusat Kebudayaan Kota Aksaray, Mustafa Fırat Gül, mencatat bahwa Lembah Ihlara adalah rumah bagi berbagai peradaban.

“Lembah Ihlara bukan hanya sepotong surga di tengah padang rumput. Tempat ini telah menjadi rumah bagi berbagai keyakinan. Kita dapat melihat bahwa banyak peradaban dan bangsa tinggal di sini bersama-sama. Dan gereja Kırkdamaltı ini memiliki karakteristik yang berbeda,” tambahnya.

Gül mengatakan bahwa mereka menyaksikan pemerintahan yang berkuasa pada saat itu menghormati dan menunjukkan toleransi terhadap agama lain. Sultan Seljuk Mesud II, yang berkuasa pada akhir abad ke-13 telah menunjukkan rasa hormat kepada orang Kristen Ortodoks yang melarikan diri dari penindasan Roma sebagai umat Katolik. Bangsa Roma tidak mengijinkan keyakinan Ortodoks dianut oleh rakyat dibawah kekuasaannya dan di periode itu mereka menyerbu Haiga Sophia melalui Perang Salib.

“Karena pemerintahan Seljuk Turki mentoleransi keyakinan yang berbeda dan memungkinkan mereka untuk menganut keyakinannya, maka dari itu umat non-Muslim membalas sikap tersebut dengan menunjukkan rasa hormat kepada Sultan Kılıçarslan dan penguasa yang ia tugaskan. Hingga akhirnya kaum Kristen pada saat itu mengukir dinding gereja dengan gambaran sosok penguasa yang melindungi mereka. Kami ingin semua orang melihat ini. Reka peristiwa yang telah menyambut pengunjung selama 700 tahun,” jelas Gül.

DINDING GEREJA YANG BERUMUR 700 TAHUN RUSAK

Gül menjelaskan bahwa dinding gereja berukir telah rusak parah akibat ulah manusia.

“Mereka yang tidak bertanggung jawab telah menulis hal-hal pada gambar-gambar itu dan mengikis wajah orang-orang yang digambarkan. Kita harus memiliki artefak sejarah. Ini adalah budaya utama di Anatolia, tetapi ini juga menjadi satu bagian dari diri kita sebagai warga Turki,” katanya.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here