Ternyata Turki Merupakan Pemasok Utama Suku Cadang F-35.

0
142

Turki akan terus membuat bagian-bagian F-35 hingga 2022, kerjasama yang dibuat pada akhir 2019 itu tidak bisa diputuskan sepihak oleh AS.

BERITATURKI.COM, Ankara | Meski ketegangan antara Amerika-Turki belum mereda akibat pembelian senjata pertahanan S-400 Rusia, AS akan terus bergantung pada manufaktur Turki untuk bagian-bagian penting dari jet tempur F-35 hingga 2022, hal ini sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg, pada selasa kemarin (30/06) dikutip dari seorang pejabat Pentagon.

Meskipun Turki masih dilarang membeli F-35 setelah membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia, Letnan Kolonel Mike Andrews, juru bicara Departemen Pertahanan, mengatakan keputusan yang telah dibuat pada akhir 2019 “untuk menghormati pengaturan kontrak yang ada dan menerima pengiriman suku cadang yang sudah dalam kontrak. “

Andrews menekankan bahwa tujuannya adalah untuk “menghindari pemutusan kontrak yang mahal, mengganggu dan boros.”

Keputusan itu disebutkan dalam laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah pada Mei, kata laporan itu.

Andrews menambahkan bahwa sumber-sumber alternatif “telah diidentifikasi untuk semua suku cadang buatan Turki dan akan digunakan saat kontrak dan jika bahan-bahan Turki habis.”

Turki adalah pemimpin global dalam bidang manufaktur kedirgantaraan, dan 10 perusahaan Turki berada di jalur yang tepat untuk memproduksi komponen F-35 senilai sekitar $12 miliar itu, termasuk badan pesawat yang diproduksi oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), menurut analisis 2018 oleh Bloomberg .

Perusahaan-perusahaan Turki memproduksi 817 dari sekitar 24.000 jenis suku cadang pesawat dan 188 dari sekitar 3.000 jenis suku cadang mesin, menurut data Pentagon.

Akuisisi S-400 oleh Turki mendorong Washington untuk menyingkirkan Turki dari program pemogokan gabungan generasi kelima F-35 pada bulan Juli. AS menyatakan bahwa sistem tersebut dapat digunakan oleh Rusia untuk secara diam-diam mendapatkan rincian rahasia pada jet dan tidak sesuai dengan sistem NATO.

Turki, bagaimanapun, telah membantah bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi. Hal ini merupakan wujud asli dari lahirnya kemandirian teknologi Turki sebagai negara yang bebas-aktif./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here