Terjadi Ledakan Pipa Minyak di Meksiko, Turki Sampaikan Belasungkawa

0
31
Foto Daily Sabah

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki menyampaikan belasungkawa kepada Meksiko atas ledakan pipa minyak di Tlahuelilpan, utara kota Mexico.

“Kami telah menerima berita duka itu dan diketahui banyak orang yang kehilangan nyawa dan terluka dalam ledakan pipa minyak di kota Tlahuelilpan, Meksiko,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Kementerian juga menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada rakyat, keluarga korban yang tewas, dan juga Pemerintah Meksiko serta harapan terhadap korban yang mengalami luka-luka agar segera pulih.

Kronologi peristiwa itu terjadi saat sebuah bola api besar menyambar orang-orang yang sedang mengumpulkan tumpahan bahan bakar dari pipa yang pecah akibat pencuri di Petroleos Mexicanos (Pemex), perusahaan minyak negara Meksiko, pada hari Sabtu, 19 Januari 2019. Tercatat 66 orang tewas, 85 orang belum ditemukan, dan banyak korban lainnya yang mengalami luka-luka akibat ledakan pipa minyak yang terjadi di wilayah Meksiko tengah tersebut.

Gubernur negara bagian Hidalgo, Omar Fayad, mengatakan bahwa lebih dari 85 orang lainnya pada hari Sabtu (19/01/2019) dinyatakan hilang sehari kemudian setelah bola api besar meledak di keran pipa ilegal yang berada di kota kecil Tlahuelilpan, sekitar 62 mil (100 kilometer) utara kota Mexico. Direktur kesehatan kota Jorge Aguilar Lopez mengatakan bahwa apa yang terjadi di kawasan tersebut harus menjadi contoh bagi seluruh bangsa untuk turut bersatu melakukan perjuangan yang juga dilakukan presidennya dalam melawan tindakan ilegal semacam itu.

Tragedi itu terjadi hanya selang tiga minggu setelah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador dilantik. Andres sendiri telah berupaya melancarkan operasi penangkapan terhadap gerombolan-gerombolan pencuri bahan bakar yang tercatat telah melakukan tindakan berbahaya dengan merusak pipa minyak sebanyak 12.581 kali dalam 10 bulan pertama di tahun 2018, atau sama dengan 42 kali tindakan pencurian dalam sehari. Saat ini operasi tersebut diperkirakan akan semakin intensif mengingat upaya tersebut bertujuan untuk menindak tegas munculnya keran-keran ilegal dan memusatkan perhatian pada perjuangan Lopez Obrador dalam melawan pencurian di industri bahan bakar ilegal yang nilai kerugiannya mencapai $ 3 miliar per tahun.

Warga di sekitar perusahaan Pemex tersebut terbiasa berkerumun, baik itu untuk membantu pencuri atau mengumpulkan bahan bakar tumpah kedalam wadah-wadah. Rekaman video yang terdapat di lokasi menunjukkan adanya belasan warga dalam suasana yang cukup ramai berkumpul di sebuah lapangan hingga akhirnya tetesan bahan bakar yang mereka kumpulkan meledak dan melemparkan tubuh mereka ke udara.

Rekaman kemudian menunjukkan adanya nyala api yang menembak tinggi ke udara dan membuat langit malam serta pipa minyak tersebut menyala. Orang-orang yang berteriak berlari menjauh dari api, beberapa orang terlihat melambaikan tangan karena tubuhnya mulai terbakar. Polisi negara bagian Hidalgo mengatakan bahwa kebocoran pipa pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.00 petang waktu setempat.

“Ada laporan bahwa penduduk di tempat kejadian berusaha mendapatkan bahan bakar. Namun dua jam kemudian, dilaporkan pipa telah terbakar,” ungkap laporan polisi setempat.

“Terdapat satu pipa lagi yang terbakar di negara tetangga, yaitu Queretaro, pada hari Jumat (18/01/2019), karena keran ilegal lainnya. Pemex mengatakan bahwa api di dekat kota San Juan del Rio merupakan pipa yang terletak di daerah yang tidak berpenduduk dan tidak ada resiko berbahaya bagi manusia,” tambah laporan tersebut.

Pada Desember 2010, pihak berwenang menetapkan pencuri minyak sebagai tersangka atas ledakan pipa di pusat Meksiko dekat ibukota yang menewaskan 28 orang, termasuk 13 anak-anak. Ledakan itu menewaskan penduduk dan mengakibatkan rumah-rumah disekitarnya terbakar. Hal tersebut cukup mempengaruhi kehidupan 5.000 penduduk di sebuah wilayah yang luasnya 10 mil (10 kilometer) di San Martin Texmelucan.

Lopez Obrador dalam akun Twitter-nya menuliskan bahwa ia sangat menyesalkan situasi yang menimpa warga di kawasan Tlahuelilpan akibat ledakan pipa itu. Obrador juga meminta semua pihak pemerintahan untuk membantu para korban. Obrador meluncurkan ofensif setelah menjabat 1 Desember, mengerahkan 3.200 marinir untuk menjaga pipa dan kilang. Pemerintahannya juga menutup saluran pipa untuk mendeteksi dan mencegah keran ilegal, serta lebih mengandalkan pengiriman bahan bakar dengan truk tangki. Namun, tidak tersedianya armada truk yang memadai dan antrean yang panjang di pompa bensin telah mengganggu aktivitas beberapa negara bagian.

Lopez Obrador tercatat telah melakukan upaya perlawanan melawan pencurian bahan bakar. Sekelompok pelaku pencurian diketahui telah berhasil menggunakan bensin gratis dan memaksa penduduk setempat untuk bertindak sebagai pengintai dan mendukung petugas patroli militer yang melakukan penggerebekan terhadap pencurian. Tidak jelas apakah tragedi Jumat lalu (18/01/2019) akan mengubah gelombang opini terhadap kelompok pencuri di desa-desa miskin yang berlokasi di atas galian pipa bawah tanah.

“Saya meminta seluruh penduduk untuk tidak menjadi kaki tangan dari pencurian bahan bakar,” tulis Gubernur Fayad.

“Apa yang terjadi hari ini di Tlahuelilpan tidak boleh terjadi lagi,” tambahnya.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency, Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here