Tari Sufi, Tarian Religius Sarat Makna Asal Turki

0
93

BERITATURKI.COM, Turki – Negara yang terletak di dua benua ini memang selalu menarik untuk dibahas. Tak hanya sejarahnya, namun juga bangunan dan kebudayaanya. Termasuk tarian sufi yang nampak misterius. Tarian sufi atau tarian berputar kini tak asing lagi di telinga. Tarian ini biasanya dilakukan oleh laki-laki yang menggunakan jubah berwarna putih dengan bagian bawah terlihat seperti rok lengkap dengan pecinya yang menjulang ke atas. Menariknya, penari sufi melakukan gerakan berputar-putar tanpa henti.

Tarian sufi erat kaitannya dengan pemikiran sufistik Islam. Penggagas tarian ini adalah Maulana Jalaluddin Rumi atau di Turki lebih dikenal dengan nama Mevlana, seorang pria filsuf sekaligus penyair terkenal dari Persia. Rumi lahir pada 1207 di tempat yang sekarang Afghanistan. Rumi lolos dari invasi Mongol dan menetap di Konya, yang terletak di kawasan Anatolia Tengah, Turki.

Ayah Rumi berasal dari keluarga guru agama, ia membimbing Rumi melalui retret (kegiatan menyendiri atau menjauhkan diri sendiri dari lingkungan keseharian untuk sementara waktu), tindakan bhakti dan metode pembelajaran tradisional lainnya.

Hingga pertemuannya dengan seorang syekh bernama Shamsuddin Tabriz, guru spiritual Rumi, Rumi diubah menjadi pemimpin spiritual yang mengilhami tradisi terpisah. Rumi dan Shamsuddin menutup diri selama berbulan-bulan, mengasingkan diri bersama-sama dan berbicara tentang kasih mereka kepada Tuhan. Konon, ketika Shamsuddin meninggal dunia, Rumi mengalami kesedihan yang amat mendalam. Lantas ia mengekspresikan kesedihannya itu dengan berputar dan menyadari bahwa manusia itu fana.

Gerakan tarian sufi tidak hanya sekadar berputar. Gerakan berputar itu memiliki makna tersendiri yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan. Mencari Tuhan dan merasakannya dalam gerakan yang berputar, dengan putaran yang berlawanan dengan arah jarum jam. Penari sufi diharapkan dapat mencapai kesempurnaan iman dengan cara menanggalkan ego dan keinginan pribadi dalam hidup. Tidak hanya menanggalkan ego, penari sufi juga harus memiliki fisik yang kuat. Karena tarian sufi ini dilakukan selama berjam-jam. Bahkan konon kabarnya, ketika Shamsuddin meninggal dunia, Rumi bisa melakukan gerakan tari sufi ini hingga tiga hari tiga malam.

Lantas, bagaimana caranya penari sufi tidak merasa pusing ketika harus melakukan gerakan berputar selama berjam-jam? Kuncinya adalah fokus. Mata harus fokus menatap satu titik, senantiasa terbuka dan tidak melirik. Kepala juga tidak boleh bergerak, harus berada pada satu titik dan tidak boleh berpindah. Dengan cara inilah penari sufi tidak akan merasakan pusing meski harus berputar berjam-jam.

Jika berkunjung ke Turki, singgahlah di kota Konya, kotanya para sufi. Tempat di mana Rumi menghabiskan masa hidupnya. Suasana religius semakin terasa ketika menginjakkan kaki di pusat kota. Tak hanya dapat mengunjungi makam dan museum Rumi untuk mengenal penyair sufi ini lebih dekat, namun juga menyaksikan pertunjukkan tarian sufi yang digelar setiap hari Sabtu pukul 19.00 waktu Turki. Tepatnya di Mevlana Kultur Merkezi (Mevlana Cultural Center). Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukkan tarian sufi ini secara bebas tanpa dipungut biaya apapun.

Pertunjukkan tarian sufi dimulai dengan penari sufi yang masih mengenakan jubah hitam masuk ke panggung dan berjajar membentuk setengah lingkaran di tepi panggung. Dilanjutkan dengan pembacaan dzikir sambil diiringi musik khas Timur Tengah terlebih dahulu. Lalu pembacaan shalawat atau lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan oleh solois dalam kelompok pengiring musik tari sufi. Kemudian, penari akan saling membungkuk sebagai bentuk mengakui nafas Ilahi yang telah meniupkan roh pada manusia. Setelah itu penari sufi melepaskan jubah hitam yang digunakan untuk menutupi jubah putih, pakaian tarian sufi. Hanya 2 orang pemimpin tari yang tidak akan melepaskan jubah hitamnya. Selanjutnya penari sufi akan melakukan gerakan berputar di tengah panggung, di sekitar pemimpin tari berlawanan dengan arah jarum jam seraya menengadahkan tangan. Hal tersebut sebagai bentuk memohon agar mendapat hidayah dari Tuhan. Putaran ini melambangkan rangkulan kemanusiaan dengan cinta dan juga melambangkan putaran alam semesta dan putaran tawaf di Ka’bah. Di Mevlana Kultur Merkezi, pertunjukkan tarian sufi ini berlangsung selama 1 jam. (Lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here