Tank Karya Indonesia -Turki Hadir di Indo Defence 2018

0
116
Dok. AA

Jakarta. Medium tank produksi PT Pindad hasil kerja sama dengan perusahaan alutsista Turki, FNSS, dipamerkan dalam acara teknologi pertahanan internasional Indo Defence 2018 Expo & Forum.

Dilansir dari Anadolu Agency, Menteri Ryamizard dalam gelaran tersebut mengatakan bahwa medium tank sesuai dengan medan yang ada di Indonesia, khususnya di luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan yang lahannya sebagian besar berupa rawa dan gambut.

“Ini hasil kerja sama dengan Turki, alih teknologi sekaligus bentuk dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap produk anak bangsa,” ujar Menteri Ryamizard, pada Rabu, 7 November 2018.

Ryamizard menambahkan bahwa medium tank bobotnya lebih ringan dibandingkan Leopard, serta tidak merusak infrastruktur jalan di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pengembangan industri pertahanan dan alih teknologi. Alih teknologi yang sama juga dilakukan PT PAL Indonesia bersama Korea Selatan dalam kerja sama pembuatan kapal selam.

“Proses pembuatan kapal selam pertama dan kedua dilakukan di Korea, proses yang ketiga bersama-sama dilakukan disini, hal tersebut meruapakn alih teknologi, selanjutnya kita membuatnya sendiri. Jika sudah berhasil dijual, industri pertahanan akan turut berkontribusi dalam pemasukan ekonomi negara,” tutur Ryamizard.

Ryamizard juga mengutarakan harapannya yaitu adanya pemasukan negara layaknya negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris yang juga sebagian pemasukannya berasal dari industri alutsista.

Bertempat di Jakarta, Indonesia menggelar Indo Defence 2018 Expo & Forum ke-8 pada 7-10 November 2018. Ajang diplomasi pertahanan Indonesia ini sekaligus menjadi wadah promosi produsen pertahanan dan keamanan internasional yang rutin digelar setiap dua tahun sekali sejak tahun 2004. Pameran ini digelar bersamaan dengan pameran kedirgantaraan dan helikopter Indo Aerospace featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum dan pameran kemaritiman Indo Marine 2018 Expo & Forum.

Indo Defence kali ini diikuti oleh 867 peserta dari 60 negara. Juga 10 Menteri Pertahanan berbagai negara dan perwakilan lembaga pertahanan. Pemerintah menargetkan gelaran ini akan dihadiri oleh 25.000 pengunjung. Selain itu juga akan digelar forum internasional dengan tema Ensuring Regional Stability Through Cooperation On Counter Terrorism. Tak ketinggalan forum bisnis sebagai wadah yang mempertemukan calon negara pembeli non-tradisional dengan pelaku industri pertahanan.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here