Tanggapan Mentri Perhubungan dan Infrastruktur Turki Terkait Insiden di Terusan Suez

0
44

BERITATURKI.COM, Ankara – Mentri Perhubungan dan Infrastruktur Turki Adil Karaismailoğlu memberikan tanggapan terkait insiden yang dialami kapal barang yang bernama “The Ever Given” di terusan Suez. Menurut Karaismailoğlu sejak hari terjadinya kecelakaan, lebih dari 30 kapal tanker yang bertonase besar dan 236 kapal masih menunggu antrian di perairan Laut Merah dan Laut Mediterania untuk bisa masuk ke terusan Suez, dan situasi ini berdampak negatif pada sektor perdagangan laut dunia dan kerugiannya terus bertambah setiap harinya.

Sambil menerangkan bahwa harga minyak naik 3 persen pada hari jum’at, Ia mengungkapkan:

“Angkutan tanker Laut Hitam dan Mediterania Suezmax dan Aframax masih meningkat hingga 70 persen. Jika diperhatikan bahwa pemasokan migas Eropa 60 persen dari pasar Asia, maka masih sedikit kapal tanker yang beroperasi saat ini di kawasan itu karena terjadinya penundaan. Jika dilakukan penyuplaian migas dari pasar migas Laut Hitam  untuk mengatasi penundaan tersebut, maka dapat diprediksi bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Bosphorus akan relatif meningkat.”

Penampakan Dari Udara Kapal The Ever Given

Karaismailoğlu menunjukkan bahwa Terusan Suez adalah selat yang dilewati oleh sekitar 18 ribu kapal setiap tahunnya, dan secara signifikan kecelakaan ini sangat mempengaruhi ekonomi maritim dan rantai pasokan. Ia pun mengatakan, “Jika waktu yang dibutuhkan untuk penyelamatan kapal di Suez semakin bertambah, maka hal ini dapat menyebabkan krisis permanen pada koridor logistik, dan saya berharap seluruh industri maritim agar memberikan prioritas utama untuk menyelesaikan masalah ini.”

Kecelakaan ini memberikan kerugian ekonomi global sekitar 6 hingga 10 miliar dolar perminggu, mengenai hal ini, Menteri Karaismailoğlu mengatakan:

“Upaya penyelamatan kapal yang dimaksud dan pembukaan jalur terusan masih belum membuahkan hasil, dan kapal pengerukan terus berusaha mengeruk bagian daratan yang tersangkut. Ada beberapa pilihan untuk memudahkan pengevakuasian ini, seperti mengurangi beban kapal yang membuat berkurangnya berat kapal sehingga kapal tidak terlalu tenggelam, informasi terkait operasi semacam itu masih belum kami terima. Menyangkut agenda pembuangan bahan bakar kapal dan air laut di bawah tangki, perlu dipertimbangkan, karena proses ini akan mengganggu keseimbangan kapal dan dapat membuat situasi yang lebih berbahaya.”

Menteri Karaismailoğlu menyatakan bahwa Negara Turki memiliki fasilitas yang memadai dalam menyelesaikan permasalahan darurat dan kecelakan baik di Selat Bosphorus maupun di semua bagian laut yang masuk ke wilayah teritorial Turki. Dan ia menggaris bawahi bahwa demi kelancaran ekonomi perairan, Turki mampu mengatasi masalah tersebut dalam kurun waktu satu hinnga dua hari.

Karaismailoğlu, berkata bahwa Direktorat Keamanan Pesisir telah berhasil melakukan 25 misi tanggap darurat dan penyelamatan. Maka dari itu keberadaan kapal Nene Hatun yang digunakan untuk  pelayanan tanggap darurat dan penyelamatan memberikan keuntungan yang cukup besar bagi Turki.

Demi kelancaran proses perdagangan dunia, Karaismailoğlu mengungkapkan bahwa Turki siap membantu dengan segala cara dan upaya, termasuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan metode efakuasi, jika diminta dari otoritas terkait untuk menyelamatkan kapal “The Ever Given” dan membuat lalu lintas Terusan Suez menjadi normal kembali.

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here