Tahun Ini Turki Meniadakan Lagi Terawih Di Mesjid

0
43
Kepala Direktorat Keagamaan Turki Prof. Dr. Ali Erbaş

BERITATURKI.COM, Ankara – Kepala Direktorat Keagamaan Turki Ali Erbaş mengikuti program persiapan ramadhan yang bertema “Şifa Ayı Ramazan” (Ramadhan Sebagai Bulan Penyembuh) di ruang konfensi Masjid TDV Kocatepe di Ibu kota Ankara. Pada kesempatan ini Ali Erbaş pun menyampaikan beberapa informasi terkait bulan ramadhan. Pertama ia mengungkapkan bahwa ramadhan hari pertama jatuh pada hari selasa tanggal 13 April dan shalat tarawih pertama akan dilaksanakan pada senin malam tanggal 12 April. Kedua ia mengungkapkan bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang paling mulia dari total 12 bulan tahun hijriah, sehingga Erbaş berharap semoga bulan ramadhan memberi kita kesehatan dan ketenangan serta menyelamatkan kita dari segala keburukan.

Sama seperti ramadhan tahun lalu, tahun ini kita menghadapi bulan ramadhan di tengah-tengah pandemi, kita berharap masyarakat banyak melakukan aktivitas positif selama di rumah seperti membaca Kur’an, beribadah dan mengikuti program-program ramadhan yang ada di Radio dan Televisi milik Direktorat Keagamaan Turki. Selain itu kita perlu memamfaatkan momen pandemi ini sebagai momen saling menolong sesama kita. Tahun ini Direktorat Keagamaan Turki mengadakan program sosial yang bertema “Kardeşlerini Unutma Beklenen Sensin” (Jangan lupakan saudaramu, kamu orang yang ditunggu). Pada program ini kita mengajak semua elemen masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam membantu saudara kita yang membutuhkan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Program Persiapan Ramadhan Yang Bertema “Şifa Ayı Ramazan”

Sambil menekankan akan efek pandemi di seluruh dunia yang menyebabkan meningkatnya jumlah kasus serta kematian, Erbaş berkata: “Hasil dari evaluasi dan konsultasi kita dengan badan-badan resmi pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan, kita memutuskan bahwa pelaksanaan shalat tarawih untuk tahun ini akan dilaksanakan di rumah masing-masing. Tentu saja, hati kita ingin melaksanakan shalat tarawih di masjid agar kita dapat merasakan rasa nyaman dalam beribadah. Namun, disebabkan akan penyebaran virus corona terus berlanjut, maka keadaan ini mengharuskan kita agar menjaga jarak antar sesama dengan cara melaksanakan shalat tarawih di rumah kita masing-masing seperti tahun lalu.”

Erbaş juga menyampaikan bahwa kesehatan umat manusia adalah prioritas menurut Islam, dalam hal ini ia berkata: “Jika seseorang dinyatakan sakit, terkadang dia diberikan fatwa untuk menyelamatkan dirinya dari kematian dan untuk melindungi kesehatannya. Dan termasuk dosa besar bagi orang yang membahayakan kesehatan orang lain dengan bertindak sembarangan dan tidak hati-hati. Tarawih, merupakan Ibadah khusus yang ada di bulan Ramadhan, maka dari itu mari kita laksanakan shalat tarawih dirumah kita masing-masing secara berjamaah atau secara sendiri-sendiri. Artinya akan sangat baik bagi kita jika kita melaksanakan shalat tarawih dirumah bersama anak-anak kita secara berjamaah. Dengan demikian, kami telah menciptakan lingkungan yang sangat bagus di rumah kita dalam kondisi pandemi ini. Dengan melaksanakan ibadah tarawih bersama keluarga dan anak-anak di rumah, kita telah meringankan kerinduan akan moment tarawih di masjid. Dan jika memungkinkan akan pelaksanaan shalat tarawih di masjid, kita akan membuat keputusan baru dan segera kita sampaikan ke publik.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here