Syamil, Mahasiswa Uludağ University Asal Bandung: “Gak Ada Kesulitan, Cuma Adaptasi Kultur Aja”

0
123
Muhammad Syamil Afkari Kaysi, Mahasiswa yang diterima di S1 Teknik Komputer Uludağ University melalui Biru Marmara Edukasi.

BERITATURKI.COM, Bursa – Kekhawatiran untuk menempuh pendidikan di luar negeri tak jarang menyergapi pikiran para pelajar Indonesia. Mulai dari biaya, hingga adaptasi budaya. Namun berbeda dengan Muhammad Syamil Afkari Kaysi atau akrab disapa Syamil. Remaja asal Bandung ini mengaku tak ada kendala serius yang ia hadapi sejak pertama kali menginjakkan kaki di negara asal Jalaludin Rumi ini.

Diterima di jurusan Teknik Komputer Uludağ University pada tahun 2017, Syamil menuturkan bahwa ia mengetahui informasi kuliah di Turki melalui Biru Marmara Edukasi dan mulai termotivasi untuk hijrah ke Turki.

“Motivasi saya hanya ingin hijrah, ingin memulai pengalaman baru,” tutur remaja kelahiran 22 November 1995 ini.

“Kebetulan waktu itu saya mengetahui info ujian masuk Uludağ University dari ‘Kuliah di Turki’ Biru Marmara Edukasi, akhirnya saya memutuskan untuk daftar,” tambahnya.

Kepada beritaturki.com, Syamil yang memiliki impian mendirikan pondok pesantren itu mengaku bahwa tips agar lulus ujian masuk kampus negeri di Turki hanyalah dengan giat belajar dan memperbanyak do’a.

“Saya dari dulu suka ngajar, pengen suatu hari nanti punya pondok yang dibangun di daerah pegunungan yang sejuk. Setelah lulus dari pendidikan di Turki, saya berharap bisa membimbing murid-murid dengan bekal ilmu dan akhlak yang seimbang,” tutur Syamil.

“Untuk tips lulus ujian masuk PTN Turki, mungkin gak banyak, hanya belajar aja, dan banyak do’a,” kata Syamil.

Saat ditanya adakah kendala yang dihadapi saat memulai kehidupan sebagai mahasiswa asing di Turki, Syamil yang kini berdomisili di Kota Bursa mengaku bahwa ia hanya memerlukan adaptasi kultur. Ia juga menambahkan bahwa Turki adalah negara yang tepat baginya untuk hijrah dalam rangka menuntut ilmu.

“Diawal saya hanya perlu adaptasi kultur, tapi selebihnya nggak ada kendala. Saya berpikir bahwa Turki adalah negara yang tepat untuk memulai lembar baru dalam rangka menempuh pendidikan,” pungkas Syamil yang kini turut menyibukkan diri dengan aktivitas mengajar.

Didirikan pada tahun 1975, Uludağ University menduduki peringkat ke-10 dalam jajaran universitas terbaik di Turki. Menempati area seluas 1700 hektar di kota Bursa, universitas ini memiliki 14 fakultas, 2 sekolah, 15 sekolah vokasi, 1 lembaga konservasi dan 4 institut. Uludağ University juga ditunjang oleh fasilitas berupa gedung-gedung perkuliahan, asrama, sarana mahasiswa, maupun berbagai fasilitas akademik lainnya.

Kemarin, Sabtu, 9 Maret 2019, sebanyak  78 pelajar Indonesia baru saja mengikuti ujian masuk Uludağ University yang diselenggarakan oleh Biru Marmara Edukasi di Kampus UNJ, Jakarta. Dengan digelarnya pelaksanaan ujian masuk tersebut di Indonesia, calon mahasiswa yang ingin kuliah di Turki tidak perlu repot mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli tiket pesawat dan lainnya. Kemudahan lain yang bisa didapatkan pendaftar yaitu tidak adanya test wawancara, persyaratan TOEFL/IELTS, serta pembuatan essay.

Tak hanya itu, dengan kualitas pendidikan yang sangat baik, biaya SPP di Uludağ University pun relatif terjangkau dan tidak diberlakukannya pembayaran uang pangkal. Yuk kuliah di Turki! Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan melalui www.kuliahditurki.com atau follow Instagram @kuliahditurki_id.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here