Survey Dini Capres Turki 2023; Erdoğan Masih Perkasa

0
1473

Sekitar 14,5% pemilih mengatakan Dia (Erdoğan) Pasti akan menang, dan 40,9% mengatakan dia Akan menang,” sebut salah satu Lembaga survei Nasional Turki, MetroPOLL. MetroPOLL menyebutkan Bahwa persentase ini 10 poin lebih tinggi daripada mereka yang mengatakan mereka akan memilih Erdogan dalam pemilihan presiden sebelumnya sejak Erdoğan ikut dalam Pemilihan Presiden secara langsung di Turki.

BERITATURKI.COM, Ankara – Pemilu memang, masih 3 tahun lagi, namun nuansa rivalitas politik di Turki semakin kencang. Setidaknya hal tersebut bisa dilihat dari salah satu rilis yang disampaikan oleh Lembaga Riset dan Survey Independen Turki MetroPOLL.

Dari hasil rilis survey itu menyimpulkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdoğan masih perkasa dan mendapatkan dukungan tinggi dari masyarakat Turki secara umumnya. Terlepas dari siapa lawannya dalam pemilihan presiden mendatang, sebuah survei yang baru dirilis 2 hari lalu itu menempatkan Erdoğan masih bertengger di puncak klasemen.

Menurut survei MetroPOLL pada Agustus 2020 yang berjudul “The Month in 5 Numbers”, 55% publik berpikir Erdogan kemungkinan besar akan memenangkan pemilihan presiden berikutnya.

“Satu tanda penting bahwa Presiden Erdogan masih menguasai opini politik Turki dengan kalkulasi persepsi publik menempatkan dia dapat memenangkan pemilihan presiden. Sekitar 14,5% pemilih mengatakan dia (Erdogan) Pasti akan menang, dan 40,9% berpikir dia Akan menang,” tambah laporan survei itu. MetroPOLL menyatakan Bahwa persentase ini 10 poin lebih tinggi daripada mereka yang mengatakan mereka akan memilih Erdogan dalam pemilihan presiden sebelumnya sejak Erdoğan ikut dalam Pemilihan Presiden secara langsung di Turki.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa jika persepsi ini bertahan hingga pemilihan, ini mungkin akan menjadi “keuntungan yang signifikan” bagi Erdogan.

Turki akan mengadakan pemilihan umum pada 2023 dan pemilihan kota pada 2024 sesuai jadwal.

Ada spekulasi bahwa pemerintah akan menggelar pemilu mendadak sebelum pemilihan umum yang direncanakan pada 2023; Namun, spekulasi telah dibantah oleh otoritas negara.

Dalam pemilihan presiden 24 Juni 2018, Erdogan menjadi presiden pertama dalam sistem presidensial baru Turki yang terpilih secara demokratis dengan meraih 52,4% suara. Sistem presidensial yang diusung oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) disahkan dalam referendum tahun 2017 karena 51,4% pemilih mendukung perubahan konstitusi.

Aliansi Rakyat (Cumhur Ittifakı) antara Partai Gerakan Nasionalis (MHP) dan Partai AK yang berkuasa dibentuk menjelang pemilihan parlemen dan presiden pada 24 Juni 2018.

Aliansi Bangsa (Milli ittifakı), aliansi pemilihan utama yang menjadi pesaing Aliansi Rakyat, terdiri dari oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Baik (İP), dan Partai Felicity (SP) dengan dukungan dari pro-PKK Partai Rakyat Demokratik (HDP).

Menunjukkan fakta bahwa setiap kali pemilihan akan datang, nama-nama tertentu muncul di benak orang-orang yang mungkin menjadi saingan Erdogan, survei tersebut menggarisbawahi bahwa tidak ada dari mereka yang diharapkan menang, meskipun beberapa mungkin mendapatkan dukungan substansial.

“Walikota Istanbul Ekrem Imamoğlu dan Walikota Ankara Mansur Yavaş mendapatkan dukungan sekitar 43-43,5% saat di pertandingkan (head to head) melawan Presiden Erdogan dengan angka 57-57,5% untuk Erdoğan, menurut survei itu. Sedangkan Meral Akşener (Ketua Partai Baik) mendapatkan sekitar 38,3%,” tambah survei terbesar di Turki tersebut.

MetroPOLL menambahkan bahwa survei mereka menunjukkan bahwa ketiga tokoh ini tampaknya mampu Menarik potensi suara Aliansi Nasional lebih tinggi dari orang-orang seperti Muharrem Ince, bekas pentolan CHP yang juga pernah menjadi calon presiden, demikian juga dengan mantan Presiden Turki Abdullah Gül, dalam survei jika mereka ikut bergabung kemungkinan perubahan peta suara masih ada./DailySabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here