Sukses Lalui Operasi Bedah Jantung di Turki, Bayi Mungil Asal Bosnia Kembali Tersenyum

0
87
Foto Anadolu Agency

BERITATURKI.COM, Istanbul –  Seorang ibu menuturkan kisah bayi perempuannya yang baru berusia satu setengah tahun namun seringkali mengalami pingsan akibat terlalu banyak aktivitas. Ialah Asija, satu dari ribuan anak di seluruh dunia yang menderita kelainan jantung bawaan. Asija tidak bisa mendapatkan perawatan di negara asalnya, Bosnia dan Herzegovina, karena kurangnya dokter yang berpengalaman serta terkendala biaya.

“Ia kehilangan kesadaran ketika ia banyak bergerak,” kata Edina Muharemovic, 26 tahun, yang duduk di samping putrinya, Asija, di rumah sakit Istanbul.

Namun dua minggu lalu, Asija, bersama ibu dan ayahnya, datang ke Istanbul dari kota Zenica, Bosnia dan Herzegovina, usai dokter yang menanganinya mendesak mereka untuk mencari perawatan di Turki.

“Kami pergi ke rumah sakit di Sarajevo dan Beograd untuk mencari solusi atas kondisi putri kami, tetapi kami tidak menemukannya,” ungkap sang ibu di Istanbul.

“Untuk beberapa waktu ia dalam kondisi kesehatan yang baik, namun setelah beberapa saat, ia mulai pingsan ketika terlalu banyak bergerak, kemudian dokter mengatakan kepada kami bahwa ia perlu segera dioperasi,” tambahnya.

Berbicara tentang pasien mudanya, Dr. Tayyar Sarioglu, seorang ahli jantung berpengalaman di Rumah Sakit Acibadem Bakirkoy yang berbasis di Istanbul, mengatakan bahwa Asija mengalami kesulitan bernafas dan memiliki gangguan jantung yang serius ketika pertama kali datang ke rumah sakit.

“Ia memiliki masalah jantung yang sangat serius. Pembuluh darah di sisi kanan jantung terbalik. Salah satu katup jantung kurang berkembang, ”jelasnya.

Keluarga Muharemovic khawatir dan cemas akan kesehatan putri mereka karena mereka mengetahui perawatan akan menjadi proses yang sangat sulit.

“Melalui tindakan operasi jantung terbuka khusus, kami memperluas bagian divisi di jantung dan meningkatkan oksigenasi paru-parunya,” tutur dokter Asija.

“Saat ini ia dapat melanjutkan hidupnya hampir seperti bayi normal,” tambahnya.

“Itu operasi yang sangat sulit. Tapi syukurlah, ia merespons dengan sangat baik terhadap perawatan ini,” ungkap ibu Asija, Edina.

Edina mengatakan bahwa ia tidak bisa cukup berterima kasih pada Turki.

“Kami sangat bahagia dan berterima kasih. Kami sangat senang atas perawatan semua orang di sini, dari dokter hingga karyawan rumah sakit,” tambahnya.

“Untuk mereka yang menghadapi situasi yang sama, saya akan menyarankan mereka untuk datang ke sini.”

2 Jam Tanpa Organ Hati

Seperti Asija yang lebih muda, Lejla Kurtanovic, seorang gadis Bosnia berusia 2 tahun, memiliki kisah serupa. Lejla, yang menjalani operasi jantung di rumah sakit yang sama, datang ke Istanbul dari Sarajevo, ibu kota Bosnia dan Herzegovina, sekitar sebulan lalu bersama orang tuanya. Lejla yang pemalu dan pendiam menderita kelainan berupa adanya lubang besar di hati, pembuluh darah jantung utamanya terbalik, dan pembuluh darah paru-parunya yang cukup sempit, menurut Sarioglu yang juga merawatnya.

“Kami mengalihkan pembuluh darah melalui saluran yang kami buka di jantung, dan kami memasang pembuluh darah dengan katup yang ditransplantasikan dari hewan,” jelasnya.

“Sekarang ia mendapatkan kembali kesehatannya dan dapat melanjutkan hidupnya seperti orang lain,” tambah Sarioglu.

Pembedahannya berlangsung sekitar lima jam, termasuk dua jam ketika dokter menghentikan jantungnya dan menggunakan mesin untuk membuatnya tetap hidup.

“Jika mereka tidak menjalani operasi, nyawa mereka terancam tidak dapat diselamatkan. Ketika bayi-bayi dengan kondisi sejenis itu tidak dirawat, mereka berisiko kehilangan nyawa dalam beberapa jam atau beberapa hari,” kata Sarioglu.

“Di negara kami, kami tidak memiliki kemungkinan-kemungkinan ini,” Senad Kurtanovic, ayah Lejla, mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Kami mendengar bahwa para dokter di sini melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik, dan kemudian kami memutuskan untuk datang ke sini. Austria dan Beograd adalah pilihan lain, tetapi kami memilih Turki, ”kata Kurtanovic.

Ia juga menyarankan siapa pun yang menghadapi situasi serupa untuk tidak ragu-ragu datang ke Turki.

Diperkirakan 303.000 bayi di seluruh dunia meninggal dalam waktu empat minggu setelah lahir setiap tahunnya akibat anomali kongenital termasuk kelainan jantung, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tetapi, lanjut Sarioglu pada bagiannya, 90 persen dari mereka yang lahir dengan cacat jantung bawaan dapat berhasil diobati melalui operasi.

Menggarisbawahi pentingnya teknologi canggih dan dokter yang terampil, Sarioglu mengatakan bahwa Turki telah menjadi mercusuar bagi negara-negara tetangga. Lebih dari 4.500 orang dengan kelainan jantung telah mendapatkan kembali kesehatan mereka melalui operasi jantung di rumah sakit Istanbul, jelas ahli jantung berpengalaman itu.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here