Sisi Lain Penaklukkan Konstantinopel

0
334

BERITATURKI.COM, ISTANBUL-Setelah Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Konstantinopel akan berada dalam pelukan kaum muslimin, maka ekspedisi penaklukanpun sudah dimulai di zaman para Sahabat, dan terus berlangsung hingga khalifah dan dinasti berganti ganti.

Pada pertempuran Mazinkert 26 Agustus 1071, pasukan Seljuk dengan Sultan Alp Arslan membungkam kerajaan romawi yg memiliki pasukan berlipat ganda. Bahkan Kaisar Romanos berhasil di tawan. Kaisar Romanos kemudian di antar ke konstantinopel dengan takbir yg dikumandangkan oleh pasukan Seljuk. Kondisi kehinaan kalah perang inilah yg kemudian memicu terjadinya perang salib. Namun Konstantinopel tidak ditaklukkan pada masa itu.

Bangsa Mongol kemudian menghancurkan kerajaan2 Islam termasuk Khawarizmi dan Seljuk, dan puncaknya menamatkan kekhalifahan Abbasiyah pada 1258 M. Dikemudian hari dibawah puing2 kerajaan seljuk inilah muncul kerajaan Turki Osmani, yg didirikan oleh Osman bin Ertuğrul.

Allah SWT lah yang kemudian menentukan bahwa Kerajaan Turki Osmani lah yang akhirnya merebut Konstantinopel pada 29 Mei 1453 M, 7 abad setelah bisyarah Rasulullah SAW, atau hari ini tepat 567 tahun yang lalu.

Setelah penaklukkan Konstantinopel, perang besar antara Turki dengan bangsa kristen Eropa adalah perang Mohawk pada 29 Agustus 1526 M di dekat Hongaria. Pada pertempuran itu pasukan gabungan Eropa dihancurkan sehancur2 nya oleh Turki Osmani.

Namun disisi lain 2 Januari 1492, seluruh semenanjung Iberia lepas dari kaum muslimin, di tandai dengan menyerahnya Granada pada November 1491 ditangan raja Ferdinand dan ratu Isabella.

Setelah penguasaan terhadap wilayah Portugis dan Spanyol inilah maka dimulailah ekpedisi bangsa2 Eropa ke Timur mencari sumber daya karena menghindari Turki Osmani. Mereka berlayar mengitari Tanjung Harapan Afrika dan sampailah mereka di berbagai benua dan juga tanah tanah Nusantara.

Alhamdulillah bahwa ketika jatuhnya konstantinopel dan di mulainya kolonialisme pada abad 15 dan 16, Islam di nusantara sudah kuat di jiwa rakyat Nusantara dan ditandai dengan berbagai kerajaan2 Islam di hampir seluruh pelosok Nusantara.

Ketika Malaka di kuasai Portugis thn 1511 M, kerajaan Demak bintoro yg berdiri thn 1479, yg merupakan pewaris dari Majapahit, mengirimkan puluhan ribu prajurit untuk membebaskannya, walau tidak berhasil. Juga bagaimana kesultan Aceh yang berdiri 1496 menghancurkan armada Portugis yg menyerang Aceh pada abad 16, dan sebagainya.

Hubungan antara Turki Osmani dengan kerajaan kerajaan Islam nusantara pun terjalin dengan baik dalam bentuk hubungan persaudaraan dan bukan dalam bentuk negara jajahan atau bawahan yg harus mengirimkan upeti tertentu.

Andai saja Konstantinopel jatuh di abad2 sebelumnya, kondisi Nusantara mungkin masih belum Islam dalam arti secara kekuasaan masih belum berada di daulah2 Islam.

Dan bila ekpedisi eropa kristen juga terjadi di abad2 sebelumnya, mungkin mereka akan temui bahwa rakyat Nusantara ini masih belum Islam.

Mungkin itulah salah satu ketentuan dan hikmah dari Allah SWT bahwa timing jatuhnya Konstantinopel adalah bertepatan dengan menguatnya kekuasaan Islam di bumi Nusantara.

Misi Gold Glory Gospel tidak mempan terhadap muslim Nusantara. Butuh waktu lebih dari 300 tahun untuk menundukksn muslim Nusantara.

Dan bersyukurlah muslim Nusantara bahwa Alhamdulillah sampai detik ini Islam tetap mayoritas berada di hati dan jiwa rakyat nusantara.

Wallahualam

Penulis : Doddy Hidayat

CEO Biru Marmara Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here