Siprus Utara Akan Terus Memeluk Erat Turki

0
34

BERITATURKI.COM, Nikosia Utara – Presiden Republik Turki Siprus Utara (TRNC/Turkish Republic of Northern Cyprus) Ersin Tatar membuat pernyataan tertulis pada peringatan Invasi Turki ke Siprus.

Tatar mengatakan bahwa ketika mereka sedang bersiap untuk merayakan peringatan ke-47 tahun Invasi Turki ke Siprus 20 Juli, yang mana peristiwa ini telah menjamin kemerdekaan, kebebasan dan kedaulatan bagi orang-orang Siprus Turki, disaat yang sama mereka juga menyaksikan serangan dan provokasi buruk dari Siprus Yunani Selatan.

Tatar mengatakan bahwa sementara arogansi kepemimpinan Siprus Yunani untuk menggambarkan kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai hal “ilegal” juga telah meningkatkan dan mendukung provokasi ini.

“Juga sangat disesalkan bahwa mereka yang akan pergi ke hadapan Perdana Menteri Yunani dan para pemimpin negara asing lainnya yang akan mengheningkan cipta juga akan memboikot sesi pertemuan dimana Presiden Erdogan akan hadir dan berpidato.”

Tatar juga menggarisbawahi bahwa kepemimpinan Siprus Yunani juga memuji dan mengapresiasikan mereka yang turut menyerukan “berjuang bersama”. Dia menyebutkan bahwa mereka sadar semua ini dikontrol oleh satu pusat yang sama dan tujuan utama mereka adalah untuk memutuskan ikatan tak tergoyahkan yang dimiliki oleh warga Siprus Turki Utara dengan tanah air Turki dan untuk mengisolasi orang-orang Siprus Turki Utara.

“Warga kami tahu betul akan hal-hal yang mereka lakukan ini dan mereka tidak akan ikut ke permainan dan provokasi buruk ini. Pada peringatan 47 tahun Invasi Turki ke Siprus 20 Juli, kami akan memeluk tanah air kami Turki dengan lebih erat lagi. Dengan kekuatan yang kami dapatkan dari ini, kami akan terus berjalan lebih baik di jalan yang telah kami tentukan.” Ungkap Presiden Ersin Tatar.

Tatar mengatakan bahwa mereka yang terganggu akan “usulan solusi berdasarkan 2 negara berdaulat yang setara”, yang pernah dibahas dimeja negosiasi untuk pertama kalinya pada konferensi Siprus tidak resmi terakhir di Jenewa, dengan pembukaan Maraş Tertutup yang sedang berlangsung, akan mengambil tindakan untuk mencegahnya dengan menggunakan berbagai metode. Ersin Tatar menekankan bahwa mereka tidak akan menyerah baik untuk masalah pembukaan Maraş yang tertutup maupun masalah usulan solusi berdasarkan keberadaan dua negara berdaulat yang setara.

Tatar, mengungkapkan bahwa pemimpin Siprus Yunani Nikos Anastasiades terus melanjutkan upayanya untuk menyembunyikan fakta yang terjadi di Siprus dan terus berusaha untuk menipu dunia, ia juga pernah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Turki ingin mengubah Siprus menjadi mandatnya Turki”.

“Anastasiades harus melihat sejarah bila ingin berbicara seperti itu. Serangan Natal Berdarah, yang dimulai sejalan dengan Rencana Akritas adalah menjadikan Siprus sebagai mandat Yunani. Tujuan kudeta 15 Juli 1974 yang diselenggarakan oleh junta Yunani adalah untuk membuat Siprus menjadi mandat Yunani. Operasi Invasi Turki ke Siprus telah membawa perdamaian yang berarti bagi rakyat Siprus. Turki telah mencegah Yunani untuk menjadikan Siprus sebagai mandat Yunani dan membawa perdamaian dan ketenangan ke pulau ini. Presiden Recep Tayyip Erdogan, akan bersama kami besok dan beliau akan disambut dengan cinta dan antusiasme yang besar oleh orang-orang Siprus Turki. Segelintir minoritas yang melakukan segala macam serangan dan provokasi yang buruk pun akan merasa malu.” tutup Ersin.

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here