Sensasi Teh Khas Turki, Cay

0
357

Tak banyak yang tahu ternyata Turki merupakan negara dengan jumlah konsumsi teh terbanyak di dunia. Dilansir dari statista.com, Turki menempati urutan pertama, disusul Irlandia pada peringkat kedua, dan Inggris pada urutan ketiga. Fakta yang sangat menarik mengingat banyak orang mengira bahwa budaya minum teh hanya terkenal di negara Jepang saja. Bahkan dari data tersebut diketahui bahwa Jepang hanya menempati urutan ke 9. Jadi, minum teh di Turki sudah menjadi budaya yang melekat bagi masyarakatnya.

Terkenal dengan nama “Cay”, teh Turki memiliki cara penyajian yang cukup unik. Disajikan dengan teko bertingkat yang disebut Çaydanlık, bubuk teh Turki diracik hingga menghasilkan sajian teh yang nikmat. Cara penyajian yang unik tersebut cukup mudah. Çaydanlık terdiri dari teko atas dan teko bawah. Pertama, rebus air hingga mendidih menggunakan teko bawah. Kemudian siapkan bubuk Cay di teko atas. Setelah mendidih, tuangkan air ke teko atas. Isi kembali teko bawah dengan air, tempatkan teko bawah terlebih dahulu, kemudian teko atas secara bersusun. Rebus kembali teh dan air dalam teko tersebut secara bersamaan. Cay pun siap disajikan.

Tak hanya bentuk teko bersusun yang unik, gelas kecil berbentuk bunga tulip pun menjadi tampilan yang sangat menarik untuk menikmati sensasi aroma dan rasa teh yang khas. Umumnya teh Turki berwarna lebih gelap dibandingkan teh di Indonesia. Biasa disajikan dengan camilan pelengkap berupa kacang-kacangan khas Turki, Cay menjadi teh yang harus selalu disajikan dalam keadaan panas. Jika suhu Cay berubah menjadi hangat, biasanya teh akan kembali dipanaskan. Selain itu, Cay biasa disajikan dengan gula di tempat terpisah. Orang-orang Turki biasa mengkonsumsi teh tanpa gula setiap saat dan dimana pun. Pagi, siang, sore, malam, di rumah, di kantor, di sekolah, di kampus, dan tentunya di kedai-kedai, kebiasaan minum the menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dari warga Turki.

Orang Turki menyukai minum teh dalam gelas berukuran kecil. Hal tersebut dimaksudkan agar teh tetap dalam kondisi panas. Banyak filosofi yang terkandung dalam budaya minum teh di Turki ini. Salah satunya nilai persahabatan yang terwujud dari kegemaran orang-orang Turki untuk menikmati teh bersama-sama. Selain itu, budaya minum teh di Turki juga menandakan nilai toleransi yang mencerminkan sikap saling menghargai dan mendukung. Misalnya saja mereka terbiasa menyajikan teh kepada orang lain dengan menawarkan berbagai pilihan sajian, missal teh dengan suhu panas atau hangat, pahit atau manis, serta pekat atau terang. (Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here