Satu Kesamaan dari Tiga kepala Intelijen Top Dunia: Mereka Alumni Turki.

0
124

Kepala Intelijen Inggris (MI6) yang dua hari lalu dilantik, Richard Moore, bersama dengan direktur Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) Gina Haspel, dan kepala DGSE Perancis Bernard Emie, semuanya telah bekerja secara profesional di Turki dan fasih berbicara dengan menggunakan bahasa Turki.

BERITATURKI.COM; London, Paris, Washington DC| Mantan Duta Besar Inggris untuk Turki Richard Moore telah ditunjuk sebagai  kepala badan intelijen asing pemerintah Inggris, atau MI6.

Moore, yang saat ini menjabat sebagai direktur politik di Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, akan menggantikan Alex Younger, yang telah menjadi ketua MI6 selama hampir enam tahun.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (29/07) lalu. Moore mengakui bahwa dia “senang dan merasa terhormat” dengan penunjukan tersebut.

“Saya berharap untuk melanjutkan pekerjaan itu bersama tim yang berani dan berdedikasi di SIS (merujuk kepada kantor pusat İntelligence British),” katanya.

Lahir di Libya, Moore sangat disukai di Turki selama masa jabatannya sebagai utusan diplomatik Inggris ke Ankara, tempat ia bertugas dari Januari 2014 hingga Desember 2017.

Moore berada di Istanbul pada malam upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016 dan menganjurkan Inggris untuk mengambil sikap yang kuat terhadap komplotan kudeta.

Lancar berbahasa Turki, Moore sangat populer untuk posting Twitternya yang lucu dan dukungan untuk klub sepak bola Besiktas yang didukungnya seperti di bawah ini:

Sebuah Tweet dari Richard Moore mengomentari sebuah warung sembako yang mengutip nama intelijen terkenal Inggris Sir Lawrence di Arab, dengan menggunakan bahasa Turki.

Selain fasih berbahasa Turki Moore juga merupakan pendukung fanatik Klub sepakbola salah satu raksasa Istanbul Beşiktaş.

Ucapan selamat dari salah seorang manajemen fans Klub Sepakbola Turki; Besiktas atas terpilihnya Moore sebagai kepala Intelijen Inggris.
Kanal berita CNN Turki juga mengangkat bagaimana komentar Moore telah menjadi fans beratnya Beşiktaş sejak ia menjabat Duta Besar Inggris di Ankara.

Beberapa diplomat Terkenal Turki seperti Umut Acar yabg menjabat sebagai kepala Konsul Jenderal Turki di Amerika juga mengucapkan ucapan selamat kepada Richard Moore;

Icapan selamat dari salah satu diplomat top Turki, Umut Acar.

Beberapa netizen mengomentari dan sekaligus memuji peran-peran mereka, namun banyak juga yang mempertanyakan kenapa ketiga diplomat top ini bisa menjadi kepala intelijen top di 3 negara terkuat di dunia itu. Seperti disampaikan @hazal: “Kepala MI6 yang berusia 57 tahun sekarang menjadi bagian dari tiga serangkai spymaster yang menjalankan badan-badan intelijen top dunia – bersama dengan CIA dan DGSE – yang pada suatu saat pernah bertugas di Turki dan fasih berbicara bahasa Turki, ada apa?” Ujarnya.

Selain Moore salah satu Kepala intelijen lainnya adalah Gina Haspel, kepala CIA juga pada tahun 2018 merupakan mantan atase Politik dan Intelijensi Amerika Serikat di Ankara. Presiden AS Donald Trump menunjuk Gina Haspel sebagai direktur CIA, yang fasih berbicara bahasa Turki selain beberapa bahasa lainnya. Dia dilaporkan belajar bahasa Turki pada tahun 2000 ketika bekerja selama tiga tahun sebagai kepala bidang politik di US Embassy di Ankara untuk agensi tersebut.

Tidak lama setelah pengangkatannya terjadilah kasus pembunuhan jurnalis Saudi dan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul. Haspel terbang ke Ankara dan mendengarkan rekaman audio dari pembunuhan yang diperoleh dari rekaman audio yang diberikan pihak diplomatik Turki.

Pada bulan November, CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Pada bulan April 2019, foto badge CIA asli Haspel ditampilkan dalam posting Instagram pertama CIA, bersama dengan jimat mata jahat Turki yang dikatakan berasal dari kantornya.

Postingan Twitter CIA pada April 2019, diketahui foto berasal dari mejanya Haspel berdasarkan badge dan batu keramat (batılı inanç)-nya Turki berwarna biru.

Selain MI6 dan CIA, DGSE atau Kantor Pusat Intelijen dan spy Perancis, Bernard Emie juga telah dinominasikan untuk memimpin DGSE, agen intelijen asing Prancis, pada tahun 2017. Ia menjabat sebagai Duta Besar Prancis untuk Turki dari 2007 hingga 2011, dan juga fasih berbicara bahasa Turki.

Selama menjabat sebagai duta besar selama 4 tahun di Ankara, ia pernah memberikan presentasi kepada Universitas Teknologi Timur Tengah (METU) di Ankara di mana ia menyoroti bagaimana hubungan Prancis-Turki adalah “posisi terlama dalam dua sejarah diplomatik kami” dan bahwa Prancis dan Turki “selalu menikmati ikatan intelektual yang penting” tersebut, ujarnya.

Selain ketiga Kepala Intelijen top tersebut juga masih ada satu lagi yaitu juru bicara Presiden Putin Dimitry Peshkov di saat yang sama juga merupakan former pejabat penting di perwakilan ambassador Rusia di Ankara.

Seorang jurnalis Daily Sabah, Nalan Koçak menggambarkan perbandingan antara juru bicara Moore, Haspel, dan Kremlin Dmitry Peskov, seorang mantan pejabat di kedutaan Soviet di Ankara, yang juga fasih berbahasa Turki.

Tweeted dari Nalan koçak yang menyebutkan 3 diplomat penting yang pernah bertugas di Ibukota Turki, Ankara.

Beberapa analis menyebutkan peningkatan peran Turki di kawasan telah meningkatkan penyelidikan dan penelitian dari agensi penting negara lain untuk memahami Turki. Demikian laporan dari Beritaturki.com. Source : TRT World

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here