Salah Satu Jalan Desa di Timur Turki Tertimbun Salju Setinggi 10 Meter

BERITATURKI.COM, Van – Sebuah jalan menuju daerah pedesaan Sualtı di distrik Başkale Provinsi Van (Timur Turki) tertutup oleh longsoran salju. Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Desa yang terletak di perbatasan Iran dan dikelilingi oleh pegunungan tinggi ini mengalami musim dingin paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Tinggi salju di desa yang memiliki jumlah total populasinya sekitar 500 jiwa ini mencapai 2 meter di beberapa tempat. Masyarakat disana tetap melanjutkan kehidupan mereka dengan baik sambil menghadapi salju tebaldan merawat hewan mereka.

Akibat tertimbunnya jalan yang yang melewati lereng pegunungan tinggi dan memiliki risiko longsoran salju di berbagai titik, penduduk desa kadang-kadang tinggal di perbatasan selama berhari-hari dan hanya dapat mencapai distrik itu setelah melalui perjalanan berbahaya yang mana salju yang tertimbun dijalan terkadang mencapai 10 meter.

Tim Kotamadya Metropolitan Van terus berjuang dengan salju di wilayah tersebut dengan peralatan konstruksi untuk menjaga jalan tetap terbuka.

Kepala Desa setempat yang bernama Yakup Akkaya mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa mereka telah merasakan kesusahan selama bertahun-tahun akibat longsoran salju.

Saat menjelaskan bahwa jalan terus-menerus tertutup karena longsoran salju, Akkaya berkata, “Jalan yang tertimbun adalah cobaan berat kami di musim dingin. Terkadang jalan kami tertutup selama sepuluh hari. Tak lama setelah jalan dibuka, longsoran salju lainnya kembali terjadi. Saat ini ada 16 titik longsoran, kita dalam bahaya besar. Tiang listrik jatuh di bawah longsoran salju. Selama berhari-hari. Kami dibiarkan dalam kegelapan. Jika jalan alternatif dibangun, tidak akan ada bahaya. Kami telah mengajukannya. Yang kami inginkan hanyalah jalan alternatif .”

Disisi lain mereka tidak dapat meninggalkan desa selama berhari-hari karena bahaya longsoran salju, Mehmet Akkaya berkata, “Desa kami sangat jauh dari pusat kota dan berada di daerah pegunungan. Musim dingin berlangsung selama sekitar tujuh bulan di sini. Longsoran besar terus-menerus jatuh ke jalan. Kami menggunakan jalan secara terkendali untuk menghindari terkena longsoran. Di beberapa tempat titik longsor, ketinggian salju bisa mencapai 10 meter. Kami berusaha melewati jalan dengan berdoa. Kami melawan salju dan longsoran salju sampai Juni. Kami terputus dari dunia saat musim dingin tiba.”

Bayram Akkaya, salah satu warga di lingkungan tersebut, mengatakan bahwa mereka mengalami musim dingin yang sulit tahun ini karena hujan salju yang lebat di desa tersebut.

Sambil menyatakan bahwa longsoran salju di jalan membuat hidup mereka sulit, Akkaya berkata, “Kami tidak dapat pergi ke pusat distrik selama berhari-hari akibat longsoran salju. Kami sering mencoba melewati titik-titik longsoran dengan berjaga-jaga. Pada titik tertentu, kami mengamati dasar longsoran salju dan memastikan yang lain juga lewat.”

Ia menyatakan bahwa mereka mengalami semua kesulitan hidup selama bulan-bulan musim dingin, dan Akkaya berkata, “Sebagian besar waktu, kami mencoba mengatasi longsoran salju dengan berjalan kaki. Kami membawa makanan dengan menggendongnya di punggung kami.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here