Rusia & Turki Akan Bekerjasama Dalam Memberantas Teroris Di Suriah

0
36

Turki dan Rusia, yang mendukung dua pihak berbeda dalam perang saudara Suriah, pada 5 Maret lalu sepakat untuk menghentikan aktivitas militer di wilayah barat laut (Idlib) setelah eskalasi kekerasan disana membuat hampir 1 juta orang mengungsi dan membuat kedua belah pihak mendekati konfrontasi.

BERITATURKI.COM, Idlib-Suriah| Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada senin kemarin menyampaikan bahwa pihaknya dan Turki sudah memiliki kata sepakat untuk mengimplementasikan perjanjian mereka membebaskan provinsi Idlib di barat laut Suriah dari teroris, sebagaimana dikutip Daily Sabah.

Pekerjaan di zona de-eskalasi Idlib adalah “area paling penting dari upaya bersama Rusia-Turki,” kata Lavrov berbicara pada konferensi pers bersama di Damaskus dengan counterpart-nya dari Suriah Walid Muallem dan Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov.

Lavrov menekankan bahwa “(Kedua negara) pada akhirnya memiliki perjanjian yang jelas yang menentukan distribusi tanggung jawab (di Idlib), yang menyarankan pemisahan normal, oposisi waras dari teroris, pembebasan jalan raya M4 dan pembuatan koridor keamanan di sekitar jalan raya ini. Semua ini adalah perlahan tapi pasti diimplementasikan. Ada banyak alasan untuk percaya bahwa kami akan menyelesaikan pekerjaan ini.”, Merujuk kepada kerjasama antara Turki dengan Rusia.

Turki dan Rusia, yang mendukung pihak berbeda dalam perang saudara di Suriah, pada 5 Maret lalu telah bersepakat untuk menghentikan aktivitas militer di wilayah barat laut Idlib setelah eskalasi kekerasan membuat hampir 1 juta orang mengungsi dan membuat kedua belah pihak mendekati konfrontasi.

Kesepakatan itu membahas masalah utama Turki, menghentikan aliran pengungsi dan mencegah kematian penduduk sipil dan juga tentara Turki lebih banyak di lapangan.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, pasukan Turki dan Rusia telah melakukan patroli bersama di sepanjang jalan raya M4 yang menghubungkan timur dan barat Suriah dan mendirikan koridor keamanan di kedua sisinya. Patroli pertama berlangsung pada 15 Maret.

Dalam foto yang di-posting oleh Kementerian Pertahanan Turki, dimana pasukan Turki dan Rusia melakukan patroli bersama di jalan raya M4, yang membentang dari timur ke barat melalui provinsi Idlib, Suriah, 15 Maret 2020. (Foto oleh AP News)

Idlib telah lama dikepung oleh pasukan rezim Bashar Assad dan sekutunya, dengan gencatan senjata sebelumnya di wilayah tersebut telah dirusak oleh pelanggaran oleh pihak rezim.

Sejak April 2018, serangan terhadap kubu oposisi terakhir telah meningkat secara dramatis dan menyebabkan gelombang baru pengungsi bergerak menuju perbatasan Turki, menempatkan Turki, yang telah menampung 3,7 juta warga Suriah, dalam posisi yang sulit.

Akibatnya, Turki, yang memiliki tentara terbesar kedua dalam aliansi NATO trans-atlantik, telah menyalurkan pasukan dan peralatan perang ke wilayah tersebut untuk menghentikan laju rezim Suriah.

Saat ini, tentara Turki ditempatkan di wilayah tersebut untuk melindungi penduduk setempat dan menghalau berbagai kelompok teroris yang telah berkontribusi terhadap konflik berkepanjangan di bekas Negeri Syam itu./DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here