Rusia Akan Bekerja Sama Dengan Turki untuk Menurunkan Ketegangan di Nagorno-Karabakh, kata Menlu Rusia

0
66

BERITATURKI.COM, Ankara- Diplomat top Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Selasa bahwa Moskow akan terus bekerja dengan Ankara untuk menghentikan terungkapnya skenario militer di Nagorno-Karabakh.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan pekan lalu Turki harus berada di antara negara-negara yang terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri pertempuran di wilayah tersebut.

Sejak bentrokan meletus pada 27 September, Armenia telah berulang kali menyerang warga sipil Azerbaijan dan angkatan bersenjatanya, melanggar tiga gencatan senjata kemanusiaan sejak 10 Oktober dalam prosesnya.

Hubungan antara dua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menguasai Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Sekitar 20% wilayah Azerbaijan, termasuk Nagorno-Karabakh dan tujuh wilayah lainnya, berada di bawah pendudukan Armenia secara ilegal selama hampir tiga dekade.

Kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis dan Amerika Serikat, telah menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan. Turki, sementara itu, telah mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.

Rusia pada Sabtu menjanjikan bantuan “perlu” bagi Yerevan dalam konflik dengan Azerbaijan jika pertempuran mencapai wilayah Armenia setelah sekutunya meminta bantuan keamanan.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinian secara resmi meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memulai konsultasi “mendesak” tentang bantuan keamanan saat pasukan Azerbaijan memperoleh keuntungan melawan pasukan Armenia.

Dalam suratnya kepada Putin, Pashinian mengatakan permusuhan mendekati perbatasan Armenia, menegaskan kembali bahwa Turki mendukung Baku dan menyerukan perjanjian tahun 1997 tentang persahabatan, kerja sama dan bantuan timbal balik antara Moskow dan Yerevan.

Namun pakta pertahanan Moskow dengan Armenia tidak mencakup Nagorno-Karabakh, dan Rusia mengatakan Sabtu bahwa bantuan “yang diperlukan” hanya akan diberikan jika pertempuran mencapai wilayah Armenia.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan Minggu tidak ada alasan bagi Rusia untuk campur tangan dalam konflik di Nagorno-Karabakh karena Baku tidak mengancam wilayah Armenia.

Lavrov juga mengomentari pemilihan AS dan mengatakan Moskow tidak memiliki ekspektasi yang tinggi untuk kerja sama dengan presiden AS yang baru, kantor berita RIA mengutipnya ketika para pemilih AS pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Selasa.

Lavrov mengatakan Rusia akan menghormati pilihan apa pun yang diambil rakyat Amerika dan akan siap untuk kerja sama yang konstruktif, tetapi mengatakan Moskow realistis dalam mengevaluasi prospek hubungan bilateral.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here