Rumah Bersejarah Peninggalan Ottoman Diubah Menjadi Perpustakaan

0
8

BERITATURKI.COM, Turki – Salah satu situs bersejarah di kota Ardahan, yang berasal dari periode Ottoman dipugar kembali dengan biaya sekitar 1 juta 200 ribu Lira dan diubah menjadi perpustakaan umum. Rumah bersejarah yang berdiri di atas lahan seluas 600 meter persegi dan terletak di Jalan Kongre ini awalnya dibangun sebagai rumah besar di masa lalu, yang kemudian berfungsi sebagai rumah sakit dan sekolah. Namun tak digunakan lagi setelahnya dalam waktu yang cukup lama.

Setelah bangunan bersejarah yang tak difungsikan ini dialokasikan ke Direktorat Jenderal Perpustakaan dan Publikasi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, restorasi bangunan pun dimulai. Rumah bersejarah ini dipulihkan pada tahun 2018 dan diubah menjadi perpustakaan umum tahun ini. Perpustakaan yang sering dikunjungi oleh siswa dan pecinta buku dengan sekitar 2 ribu anggota dan 30 ribu buku terdaftar, menawarkan kesempatan kepada para pengunjung untuk membaca buku di lingkungan bersejarah.

Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Ardahan Efsal Alantar mengatakan bahwa rumah bersejarah itu berubah menjadi reruntuhan di masa lalu dan mengatakan bahwa mereka merasa senang dapat merenovasi bangunan itu tanpa mengubah bentuk asli bangunannya. Alantar mengatakan menghabiskan biaya sekitar 1 juta 200 ribu Lira untuk memulihkan rumah bersejarah itu, dan pekerjaan itu membuat nilai sejarah penting baginya.

“Di masa lalu, layanan perpustakaan tidak dapat disediakan secara memadai karena kami tidak memiliki gedung yang cocok untuk perpustakaan. Kapasitas perpustakaan diperluas dengan pembukaan perpustakaan ini. Ada sekitar 2 ribu anggota perpustakaan, kami memiliki sekitar 30 ribu buku yang terdaftar. Saat ini kami memiliki area membaca untuk 50 orang. Area membaca terdiri dari 4 bagian. Perpustakaan kami terus beroperasi sebagai z-perpustakaan. Kendala utama kurangnya minat membaca buku dan pergi ke perpustakaan di Ardahan telah diatasi. Secara visual bangunan kami menarik perhatian, bangunan bersejarah mendorong orang untuk membaca karena kebanyakan orang akan penasaran dengan suasananya dan tertarik masuk ke perpustakaan. Wajah bangunan telah berubah,” katanya. Menunjuk ke fitur historis bangunan milik periode Ottoman, Alantar berkata:

“Bangunan ini sangat mirip dengan bangunan kongres bersejarah di kota Ardahan, dibangun dengan batu yang dipotong dan terkelupas. Meskipun tujuan bangunan ini adalah rumah besar, ia kemudian digunakan untuk institusi seperti rumah sakit dan institusi pendidikan. Rumah tua berusia satu abad ini adalah salah satu tempat bersejarah yang langka di Ardahan yang bertahan hingga hari ini.” Alantar juga mengatakan bahwa mereka berusaha mengirimkan buku-buku kepada orang-orang yang tidak memiliki akses membaca buku melalui perpustakaan keliling.

Beyza Temel, seorang siswa sekolah menengah yang datang untuk menjadi anggota perpustakaan, mengatakan bahwa dia sangat terkesan dengan bangunan ini. “Bangunan ini sangat indah dan terlihat seperti bangunan tua,” ujarnya. Dibangun pada tahun 1910, rumah era Ottoman terdiri dari 8 kamar dan 1 bagian tengah. Rumah besar, yang memiliki 2 pintu dan terbuat dari batu yang dipotong dan terkelupas, menarik perhatian dengan denahnya yang berbentuk U. (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here