Ribuan orang berenang di antara dua benua, Istanbul gelar perlombaan yang ikonik

0
108

Ribuan orang, dari mulai peserta profesional, hingga peserta yang masih amatir, berenang dari Asia ke Eropa melintasi Selat Bosphorus di Istanbul pada 22 Juli dalam lomba renang yang paling ikonik di Turki.

Sekitar 2400 perenang mengambil bagian dalam “Samsung Bosphorus Cross-Continental Swim”, yang diselenggarakan oleh Komite Olimpiade Turki, untuk lomba yang digelar ke-30 kalinya sejak tradisi dimulai pada tahun 1989.

Acara ini sangat populer, penyelenggara mengatakan bahwa mereka menyediakan  kuota yang terbatas bagi perenang internasional, dan semua perenang internasional mengambil kesempatan itu hingga dalam waktu kurang dari setengah jam setelah pendaftaran dibuka quota yang tersedia dipenuhi pendaftar.

Perenang berasal dari 55 negara yang berbeda. Untuk memulai perlombaan, peserta dibawa dari wilayah benua Asia, yaitu di tepi pantai yang berada di distrik kanlıca, menggunakan salah satu kapal feri yang terkenal di Istanbul.

Ketika perlombaan dimulai, mereka sangat antusias berpindah tempat dari kapal feri menuju ke atas ponton untuk memulai lompatan kedalam perairan Bosphorus yang membagi Eropa dan Asia.

Dari garis start tersebut mereka akan berenang sejauh 6-5 kilometer (empat mil) ke arah Laut Marmara ke Kurucesme, di sisi Eropa kota, dekat dengan jembatan pertama untuk menjangkau selat dimana pernah terjadi aksi Kudeta yang gagal pada Juli 2016. Tragedi tersebut menelan korban tewas sebanyak 250 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya.

Bosphorus biasanya dipenuhi dengan kapal tanker minyak, kapal kargo dan kapal feri yang menjadikannya sebagai salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia.

Tapi Selat tersebut tertutup untuk lalu lintas pelayaran selama perlombaan, hal tersebut agar memungkinkan perenang dapat melintasi perairan tanpa hambatan.

Masing-masing perenang berusaha menuju titik akhir perlombaan, namun mereka juga harus memiliki navigasi yang baik, karena jika mereka kehilangan arah, para perenang berisiko tersapu gelombang dan kehilangan garis finish.

Sebuah tim kapal penyelamat terus mengawasi pergerakan para perenang. Perenang yang paling pertama mencapai garis finish adalah Turki Cypriot Dogukan Ulac, yang berenang sejauh 6,5 kilometer dalam waktu 46 menit 5 detik. Perenang wanita tercepat dalam perlombaan ini ialah Hilal Zeynep Sarac, yang mencapai garis finish dalam waktu 50 menit 30 detik.

“Kendala dalam lomba ini adalah menghadapi arus,” tutur Viktoria Reshetilova, salah satu peserta dari Rusia, yang membentuk kontingen asing terbesar.

Osman Sirin, seorang warga negara Turki berusia 46 tahun, mengungkapkan kebanggaan di garis finish.

“Yang paling sulit adalah ombak, terutama selama dua kilometer terakhir. Yang terbaik adalah berada di sini sekarang!”, katanya.

Sumber: Hurriyet Daily News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here