Respon Kemenlu Turki Terhadap PM Austria Terkait Masalah Imigran

0
15

BERITATURKI.COM, Ankara – Pada hari senin (26/7) Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Duta Besar Tanju Bilgiç, menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Austria Sebastian Kurz tentang Turki dalam sebuah wawancaranya dengan sebuah surat kabar terkait permasalahan imigran dari Afganistan.

Bilgiç berkata, “Dalam sebuah wawancara yang diberikan kepada sebuah surat kabar oleh Kanselir Austria Sebastian Kurz, kami terkejut dengan pernyataan yang menunjuk Turki sebagai “tempat yang lebih tepat” bagi para imigran Afghanistan. Pertama-tama, Turki bukanlah negara tetangga Afghanistan seperti yang dikatakan oleh Kurz.”

“Alih-alih menekankan upaya bersama dan kerja sama untuk memecahkan masalah migrasi tidak teratur yang mempengaruhi seluruh dunia merupakan masalah umum bagi semua orang, sikap “imigran tidak boleh datang ke sini, pergi ke tempat lain” adalah egois dan tidak bermanfaat bagi siapa pun. Turki tidak akan berurusan dengan krisis yang akan terjadi dan tidak akan berurusan dengan kedatangan para imigran gelombang baru. Kami menyampaikan sikap ini kepada lawan bicara kami di setiap kesempatan dan di setiap tingkat, kami juga menekankan bahwa Turki bukan penjaga perbatasan atau kamp pengungsi bagi Uni Eropa.”

“Seperti negara-negara Uni Eropa lainnya, Austria juga merupakan pihak pada Konvensi PBB 1951 tentang Status Pengungsi. Austria harus memberikan perlindungan internasional kepada pencari suaka Afghanistan sesuai dengan kewajiban internasional dan aturan Uni Eropa. Turki tidak akan mengambil alih dalam hal apapun serta kewajiban internasional apapun sebagai negara ketiga.”

“Akan lebih bermanfaat bagi negara-negara Eropa yang prihatin dengan permasalahan migrasi massal, dengan berbicara langsung dengan negara Afghanistan dan negara-negara tetangganya, untuk menangani migrasi tidak teratur dan penyelundupan manusia. Dan hal ini juga bermanfaat untuk menyelesaikan masalah integrasi migran reguler ke dalam komunitas mereka, daripada mencari solusi di Turki.”

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here