Rencana Macron Menjadi Bumerang karena Pendirian Aliyev kata Erdogan

0
55

Presiden Turki menyebut langkah presiden Prancis pada masalah Karabakh Atas sebagai ‘kurangnya pengalaman politik’.

BERITATURKI.COM, Ankara – Sikap Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev tentang masalah Karabakh Atas telah menjadi bumerang bagi rencana presiden Prancis, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (11/12/2020).

Berbicara kepada wartawan selama kunjungannya ke ibu kota Azerbaijan, Baku pada 9-10 Desember, Erdogan mengatakan, “Mungkin, Perancis akan mengakhiri hubungan Azerbaijan-Perancis dengan langkah-langkah yang telah diambil sejauh ini, terlepas dari berbagai kesepakatan dan sebagainya. Ini adalah tindakan politik yang kurang pengalaman”.

Merujuk pada mosi baru-baru ini yang disahkan oleh Majelis Nasional Perancis yang meminta pemerintah Perancis untuk mengakui Nagorno-Karabakh – wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional – sebagai republik terpisah, Erdogan mengatakan Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang saat ini menjadi presiden Kelompok OSCE Minsk, tidak memberikan kontribusi positif terhadap proses tersebut.

Mengenai kemenangan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Erdogan mengatakan hal itu membuka halaman baru dalam sejarah Kaukasus dan sejarah kawasan itu akan dibentuk ke arah yang baru.

Platform enam pihak dalam sengketa Karabakh yang sedang dikerjakan Turki akan menjadi inisiatif win-win bagi semua pihak, kata presiden Turki.

“Jika Armenia bergabung dalam proses ini dan mengambil langkah positif, babak baru dapat dibuka dalam hubungan Turki-Armenia,” tambahnya.

Selama kunjungannya, Erdogan menghadiri parade kemenangan di Azadlig Square untuk merayakan keberhasilan militer Azerbaijan baru-baru ini dalam membebaskan Karabakh Atas dari hampir 30 tahun pendudukan Armenia.

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here