Reaksi dari AS, Rusia dan Uni Eropa Terhadap Haftar, Yang Menyatakan Dirinya Sebagai Pemimpin Tunggal.

0
71

Setelah pemimpin angkatan bersenjata tidak sah (pemberontak) di Timur Libya, Khalifa Haftar, menyatakan dirinya sebagai presiden, reaksi datang dari AS, Uni Eropa dan Rusia, terutama Libya.

Khalifa Haftar Yang mengklaim sebagai penguasa tunggal ditolak oleh AS, UE dan Rusia.

BERITATURKI.COM, ISTANBUL (29/04). Khalifah Khaftar, pemimpin angkatan bersenjata tidak sah di timur Libya, mengumumkan dalam pidatonya kemarin bahwa “Perjanjian Suheyrat” yang ditandatangani di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Maroko itu sudah tidak berlaku lagi dan mengambil alih negara itu. Presiden Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) Fayiz As-Sarrac bereaksi keras terhadap proklamasi Haftar tentang dirinya sendiri tersebut. Sarrac mengatakan bahwa ini merupakan sebuah pernyataan kudeta atas pemerintah yang sah di Libya, Ia menyatakan bahwa proyek kudeta ini harus dihentikan segera.

Respon AS; “Kami merasa sedih

Dalam pernyataan yang dibuat oleh Kedutaan Besar AS di Tripoli, dilaporkan bahwa ia sedih dengan pernyataan bahwa Haftar telah mendeklarasikannya sebagai kepala negara persatuan. Amerika Serikat telah mengundang Haftar untuk mencapai gencatan senjata kemanusiaan di negara tersebut.

Respon UE; “Perjanjian Libya dilanggar

Juru Bicara Komisi Uni Eropa (UE) Peter Stano juga mengatakan, bahwa pernyataan Haftar tentang deklarasi dengan “Solusi individu menggunakan kekerasan dan senjata telah melanggar perjanjian Libya pada 2015,” telah membawa kondisi terkini di Libya menjadi lebih berbahaya. UE Menyatakan bahwa mereka telah mengikuti perkembangan di Libya dengan cermat, Stano menekankan bahwa perjanjian Libya yang ditandatangani pada 2015 adalah satu-satunya cara untuk mencapai solusi politik di negara tersebut.

Respon Rusia; “Kami tidak Menyetujui

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengumumkan bahwa mereka tidak menyetujui proklamasi Haftar. “Krisis saat ini dalam proses solusi Libya bukan pembenaran untuk membuat keputusan sepihak,” kata Lavrov. Lavrov mengumumkan bahwa dia berhubungan dengan semua pihak dalam konflik Libya.

Ketegangan politik dan militer yang di peroleh Libya hari ini merupakan buntut dari pernyataan kontroversial Jendral Haftar yang menyatakan bahwa hanya dirinya satu-satunya sebagai pemimpin nasional Libya yang sah telah menegasikan posisi Liga Nasional yang dibentuk Pemerintah Kesepakatan Nasional atau GNA dimana sesuai dengan pakta Perjanjian Suheyrat yang di tandatangani di Maroko pada tahun 2015 lalu itu terancam akan gugur. GNA yang didukung Turki merupakan sebuah Liga Nasional terbesar di seluruh Libya dimana didukung oleh berbagai faksi dan terikat dengan perjanjian bersama dibawah payung “Kesepakatan Nasional”. (Source: Haberso.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here