Rajin Membantu Orang, Turki Dapat Berkah Ladang Migas Terbesar di Karadeniz

0
313

Oleh: Dr. T. Zulkhairi MA*

BERİTATURKİ.COM, Aceh| Bebarapa jam yang lalu Erdogan mengumumkan bahwa Turki berhasil menemukan cadangan gas alam terbesar sepanjang sejarah di laut hitam.

Artinya, Turki akan segara menjadi negara yang kaya dan mandiri. Negara yang akan berhenti dari ketergantungan pada impor gas dari negara lain.

Bahkan, dengan penemuan sumber gas alam yang sangat besar, tentu saja Turki akan berbalik menjadi negara pengekspor gas alam yang hari ini banyak negara menjajah negara lain demi gas.

Sebagaimana disampaikan presiden Erdoğan bahwa penemuan ini merupakan langkah penting bagi Turki untuk menyambut ulang tahun emasnya pada 2023 mendatang yang genap berusia 100 Tahun. Dimana menjadi milestone baru bagi negara 2 benua itu.

Apalagi pada 2023 itu akan menjadi tahun”kemerdekaan” baru setelah terkungkung oleh perjanjian Lausanne yang banyak sekali merugikan Turki dari sisi energi dan juga politik internasional. bolehlah dikata Turki menuju menyambut Abad ke-2 republik sekaligus Bangkitnya kembali semangat ottomanisme pasca 100 tahun “kehilangan roh” nya.

Hal lain yang menarik adalah, Turki sebelum ini merupakan negara yang paling dermawan di dunia.

Bukan saja dibuktikan oleh fakta dimana Turki merawat hampir 4 juta pengungsi Suriah yang mencari perlindungan di Turki, tapi juga bantuan Turki telah sampai ke 150 negara di dunia.

Turki membantu apapun agamanya. Tak pernah ada diskriminasi, terutama bagi negara yang bangsanya di zalimi, ya Turki menjadi kawan bagi orang-orang tertindas.

Bahkan, ketika Turki dan negara-negara besar dunia kelimpungan menghadapi wabah covid 19, Turki masih mau dan mampu mempertahankan kedermawanannya.

Di tengah wabah covid, bantuan Turki disalurkan ke hampir 80 negara di dunia.

Ini tidak bisa dilakukan oleh banyak negara. Dan tentu saja tak akan bisa dilakukan kecuali oleh jiwa yang dermawan.

Ketika Turki membantu negara lain, itu bukan berarti dia sudah lebih dari cukup. Tapi mereka memahami keutamaan dari sifat memberi.

Dan oleh sebab itu, mereka tetap memberi dalam apapun kondisi mereka.

Kalau kita kaitkan dg argumentasi Islam, maka jelas bahwa dalam Islam kita diajarkan tentang perihal ini.

Bahwa jika kita mau memperoleh lebih banyak, maka kita harus memberi lebih banyak.

Tapi dalam konteks memberi ini, Islam juga mengajarkan kita untuk ikhlas. Wa la tamnun Tastaksir. Artinya, jangan kamu memberi dg maksud menerima pembalasan lebih banyak.

Ini maksudnya jangan tidak ikhlas dalam membantu sesama manusia.

Tidak ikhlas itu ya seperti negara-negara Barat yang pura-pura membantu tapi tujuannya untuk menjajah. Atau seperti China, pura-pura memberi modal kpd negara lain, baik bentuk hibah maupun hutang, tapi tujuannya untuk menguasai negara itu.

Nah, Turki sejauh ini membantu karena kemanusiaan. Mereka membantu bukan utk menjajah, krn seperti itulah Islam mengajarkan.

Maka ada saja cara Allah Swt membalas kebaikan mereka. Temuan gas alam terbesar di laut hitam ini adalah bukti bahwa tak ada kebaikan yang sia-sia.

Rasulullah Saw menjanjikan, jika kalian membantu meringankan beban manusia di dunia, maka Allah sendiri yang akan meringankan urusanmu di dunia dan juga di akhirat.

Kira-kira begitu.

Jadi, membantu orang lain, maka balasannya akan kita terima di dunia maupun di akhirat juga. Tak akan rugi orang yang memberi. Karena #HidupPadaMemberi /tz-da

*Penulis adalah Aktivis İslam Sekaligus Penasehat Sahabat Erdogan Aceh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here