Pusat Karantina Ottoman Pertama Terus Beroperasi di Palestina

0
95
Foto Tahaffuzhane dari jauh, Hebron, Tepi Barat bagian selatan, 3 September 2020. (Sumber Foto : Anadolu Agency)

BERITATURKI.COM, Hebron – Pusat karantina yang didirikan di kota Hebron (al-Khalil) Tepi Barat selama periode Ottoman masih terus memberikan layanan kesehatan kepada orang-orang sebagai poliklinik. Dibangun pada tahun 1848 pada masa pemerintahan Sultan Abdülmecid, putra Mahmud II, pusat yang disebut “Tahaffuzhane” yang berarti pusat karantina, diketahui secara umum sebagai bangunan bersejarah yang masih menyediakan ruang perawatan dan ruang pemulihan yang disiapkan dengan cermat.

Talib Gibran, seorang pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Artefak Sejarah Palestina, mengatakan bahwa bangunan pusat karantina itu adalah bangunan penting pada periode Ottoman. Gibran menyatakan bahwa bangunan persegi itu memiliki halaman dan ruangan untuk kegunaan yang berbeda.

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency (AA), Profesor Shawkat Hejja dari Fakultas Sejarah Universitas Hebron, mencatat adanya prasasti di pintu utama gedung yang menyatakan gedung itu dibangun pada tahun 1848 pada masa pemerintahan Sultan Abdülmecid.

Foto pintu utama Tahaffuzhane memiliki tulisan yang mengatakan bahwa itu dibangun pada tahun 1848 pada masa pemerintahan Sultan Abdülmecid, Hebron, Tepi Barat bagian selatan, 3 September 2020. (Sumber Foto : Anadolu Agency)

Dia menekankan bahwa bangunan tersebut adalah struktur Ottoman yang sempurna dengan fitur interior dan eksteriornya, Hejja juga menyatakan, “Fasilitas semacam itu dibangun untuk memerangi epidemi di Eropa dan di wilayah Arab. Namun, bangunan di Hebron ini dianggap sebagai fasilitas kedua di dunia Arab setelah yang serupa dibangun di Damaskus pada tahun 1834.”

Hejja mengatakan struktur itu awalnya disebut “Tahaffuzhane” dan di daerah lain dikenal sebagai “Es-Saraya,” yang artinya gedung pemerintahan. Ia menambahkan, kubah dan lengkungan bangunan bersejarah yang dibangun berupa kastil menjadikan struktur ini unik.

Menurut Hejja, dahulu bangunan itu digunakan sebagai pusat karantina dan gedung pemerintahan. Bangunan, yang diubah menjadi pusat perawatan kesehatan selama periode mandat Inggris sekitar seratus tahun yang lalu, masih berfungsi dengan banyak fasilitas hingga saat ini.

Direktur Tahaffuzhane Dr. Mahmoud Bashir Duwaik menyatakan bahwa pada saat pembangunannya, gedung tersebut digunakan untuk menentukan apakah orang yang datang ke Hebron memiliki kemungkinan penyakit menular.

Duwaik mencatat bahwa mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan meninggalkan pusat tersebut sementara mereka yang menunjukkan tanda-tanda penyakit dikarantina di kamar khusus di bagian selatan gedung. “Bangunan itu dipisahkan menjadi dua bagian oleh taman. Di bagian selatan, ada ruang karantina, yang saat ini benar-benar ditutup. Tidak diketahui apa yang ada di dalamnya. Kamar-kamar di bagian utara digunakan untuk memungkinkan mereka yang telah pulih menghabiskan masa penyembuhan mereka,” katanya.

Duwaik mengatakan ada pemakaman besar di luar kastil untuk penguburan pasien yang telah meninggal. Dia melanjutkan: “Bangunan tersebut saat ini digunakan sebagai klinik di bawah Kementerian Kesehatan Palestina. Bangunan itu masih mempertahankan nilai sejarah dan keindahannya.”

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here