Proyek Kemanusiaan Siswa Turki di Seluruh Dunia

0
57
NEAR CAMP TONDIBIAH, Niger -- Students intently listen to Reserve medics who came to their school to discus health care and hygiene. The reservists were part of an Air Force Reserve humanitarian mission in Niger. (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Chance Babin)

Pada akhir bulan Juli, Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA), agen pembangunan yang dikelola negara Turki menyelenggarakan sebuah program “Berbagi Pengalaman” bagi ratusan mahasiswa dari universitas Turki untuk terbang ke 30 negara dan melakukan proyek-proyek kemanusiaan yang berfokus pada berbagai kegiatan, termasuk menanam pohon dan memperbaiki bangunan. Proyek kemanusiaan ini dilakukan secara sukarelawan oleh para mahasiswa. Keuntungan yang bisa mereka dapatkan dalam program ini adalah mereka memiliki kesempatan untuk belajar tentang budaya dan kehidupan sehari-hari dari negara tuan rumah.

Program tahun lalu sebagian besar terbatas di Afrika. Tahun ini, para relawan akan melakukan perjalanan ke Niger, Burkina Faso, Aljazair, Djibouti, Chad, Maroko, Ghana, Georgia, Albania, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Kamerun, Kazakhstan, Kenya, Kolombia, Lebanon, Makedonia, Mozambik, Namibia, Uzbekistan, Rumania, Senegal, Serbia, Somalia, Sudan, Tanzania, Tunisia, Yordania, Moldova, dan Afrika Selatan.

Salah satu proyek kemanusiaan yang telah dilakukan di Niger, sebuah tim relawan menanam pohon di Niamey, ibu kota negara Afrika Barat. Pohon-pohon itu terletak di Taman Persahabatan Turki-Niger yang dibangun oleh TİKA. Selim Aracı, salah satu sukarelawan, mengatakan acara pada 3 Agustus adalah acara yang penuh warna bagi mereka. “Kami menanam 250 bibit pohon yang berbeda dan merasa bahagia dan bangga. Taman ini menjadi tempat yang lebih indah, dan sekarang akan ada tangki air kedua yang dipasang di taman untuk irigasi pohon-pohon baru,” katanya kepada Anadolu Agency (AA). Niger telah dilanda kekeringan hebat dan perubahan iklim yang telah semakin merusak lahan subur di negara yang memerangi penggurunan.

Di tempat lain di Niger, para relawan membantu memulihkan kembali Masjid Koira Kano kecil di Niamey. Mahmut Sekman, seorang junior sekolah hukum dari Universitas Selçuk Turki, mengatakan dia merasa beruntung dapat membantu orang melalui program ini. “Kami memperbaiki atap masjid dan membersihkan tempat itu sehingga orang dapat melakukan sholat di masjid yang lebih nyaman,” kata Sekman. Dia menyampaikan pujian pada penduduk setempat yang sangat tulus dan ramah dan mengatakan dia akan mendorong teman-temannya untuk mengambil bagian dalam program kemanusiaan ini.

Lebih jauh ke timur di Afrika, tim sukarelawan TİKA  melakukan pendistribusian bantuan di Djibouti. Relawan mengirimkan peralatan kebersihan dan pertolongan pertama di desa-desa tanpa klinik atau fasilitas kesehatan lainnya, untuk membantu perjuangan bangsa Afrika melawan penyakit epidemi dan melatih penduduk setempat tentang penggunaan alat tersebut.

Para relawan akan bekerja pada proyek-proyek kemanusiaan yang bervariasi dari pemulihan dan pemeliharaan sekolah, perpustakaan, tempat ibadah dan panti asuhan baik dalam menyediakan tempat-tempat tersebut, acara sosial dan budaya hingga distribusi bantuan kemanusiaan.

Program yang diawasi oleh TIKA ini digagas oleh Bilal Erdoğan, putra Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan eksekutif dari beberapa organisasi nirlaba, proyek ini disponsori oleh Turkish Airlines (THY), Anadolu Agency dan penyiar publik TRT.

Selanjutnya, TİKA akan memimpin jangkauan global Turki dalam bantuan kemanusiaan. TİKA mengawasi proyek-proyek yang mencakup dari Timur Tengah hingga Amerika Latin yang mencakup pembangunan fasilitas yang sangat dibutuhkan seperti rumah sakit dan menawarkan layanan, termasuk pelatihan kejuruan bagi masyarakat yang kurang beruntung, serta bantuan pembangunan lainnya. (AD)

 

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here