Prototipe Pesawat Tempur Turki MIUS Resmi Dirilis

BERITATURKI.COM, Ankara – Kepala Baykar Industries Selçuk Bayraktar membagikan sebuah gambar pesawat perang tanpa awak MIUS yang diproduksi secara nasional. Bayraktar mengumumkan bahwa nama baru pesawat MIUS yaitu ‘Bayraktar Kızılelma‘.

Model pengembangan produksi prototipe pertama Bayraktar KIZILELMA yang merupakan sebuah pesawat tempur tanpa awak yang dikembangkan secara nasional telah memasuki jalur integrasi.

Model Pengembangan Produksi Prototype Pertama

Sebelumnya Perusahaan Baykar telah mengembangkan Pesawat Tanpa Awak Bayraktar TB2 SIHA yang ditampilkan sebagai pengubah permainan di medan perang. Model pengembangan produksi prototipe pertama Bayraktar Kızılelma merupakan sebuah pesawat tempur tak berawak yang dikembangkan secara nasional telah memasuki jalur integrasi. Bayraktar Kızılelma akan menjadi salah satu elemen terkuat dari pasukan keamanan Turki di medan perang di masa depan dengan manuver agresif dan kecerdasan buatan yang canggih.

Kepala Baykar Industries Selçuk Bayraktar mengumumkan bahwa proyek Sistem Pesawat Tanpa Awak Tempur (MİUS) Baykar diberi nama Bayraktar Kızılelma. Bayraktar menjelaskan alasan mengapa pesawat perang tak berawak itu dinamai Kızılelma sebagai berikut: “Kızılelma adalah tujuan yang melangkah lebih jauh dan selalu dikejar saat Anda mencapainya. Itu akan selalu membawa kita maju dan ke masa depan dan kita ingin itu menggantikannya. Kita tahu bahwa penaklukan yang kita butuhkan saat ini adalah penaklukan hati; kita berbicara tentang belas kasihan, kebebasan dan keadilan. Mengembangkan teknologi tinggi adalah aturan yang sangat diperlukan untuk menyatukan umat manusia dengan nilai-nilai ini. Oleh karena itu, Gerakan Teknologi Nasional telah sangat penting. Nama ini berasal dari masa lalu peradaban kuno kami. Karena kami berpikir bahwa Turki akan melayani bangsa dan kemanusiaan kami. Dunia sedang menyaksikan pesawat tempur berawak terakhir dengan pesawat tempur generasi ke-5. Dan Pesawat tempur berawak tidak akan lagi dikembangkan. Mulai sekarang, elemen medan perang yang paling kuat adalah sistem tak berawak. Maka dari itu kami juga bekerja untuk membuat negara kami terdepan di bidang teknologi pertahanan.”

Karya desain konseptual Bayraktar Kızılelma diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya pada 20 Juli 2021 sebagai “Hadiah Idul Fitri” di hari pertama Idul Adha. Kemampuan pendaratan dan lepas landas pada kapal dengan landasan pendek juga diumumkan untuk pertama kalinya pada tanggal tersebut. Setelah 8 bulan, Bayraktar Kızılelma bergabung dengan jalur integrasi di fasilitas yang terletak di Kampus R&D dan Produksi UAV Nasional Özdemir Bayraktar.

Dengan mengembangkan Bayraktar Akıncı, Baykar berhasil menjadikan Turki salah satu dari sedikit negara yang mampu mengembangkan kendaraan udara tak berawak di kelas ofensif, dan hal ini bertujuan untuk melakukan uji terbang pertama Bayraktar Kızılelma pada tahun 2023. Bayraktar Akıncı memasuki jalur integrasi di TİHA pada tahun 2018 dan berhasil menyelesaikan penerbangan pertamanya pada 6 Desember 2019 setahun kemudian. AKINCI memasuki inventaris pada 29 Agustus 2021, sekitar 1,5 tahun setelah penerbangan pertamanya,dan telah memulai tugas operasionalnya. Hal ini bertujuan untuk melaksanakan proses proyek serupa untuk Bayraktar Kızılelma oleh tim Baykar yang dipimpin oleh Selçuk Bayraktar.

Sumber: Akşam.com.tr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here