[Profil] Mengenang Abdulla Quilliam Sheikh-ul-Islam Pertama Inggris Raya

    0
    167
    Abdullah Quilliam
    Syaikhul Islam Pertama di Kerajaan Inggris

    BERITATURKI.COM-Ankara: Abdulla Quilliam namanya, adalah seorang jenius Anglo-Muslim, yang terkenal di Inggris pada abad ke-19 telah berjasa meng-islamkan 600 orang Inggris pada akhir abad ke-19 karena pengaruhnya. Namun sayang, hingga kini kuburannya pun tidak bisa dikenali lagi sampai sekarang di pemakaman umum Brookwood, London.

    Menyadari kontribusinya tersebut, Khalifah Utsmani ke-26, Sultan Abdul Hamid II, telah memberikan Abdulla Quilliam, yang telah berpindah dari agama Kristen ke Islam dengan gelar Sheikh-ul-Islam Inggris. Dia ternyata menjadi Sheikh-ul-Islam Barat yang pertama dan terakhir. Tepat pada hari ini, pada ulang tahun kelahirannya yang ke 164 pada hari (Jumat, 10-04-1856/10-042020), Quilliam dikenang sebagai pendiri masjid dan pusat Islam pertama di Inggris.

    Dilahirkan dari keluarga Kristen yang kaya di Liverpool sebagai William Henry Quilliam pada 10 April 1856, banyak orang Inggris menjulukinya pengkhianat, karena argumennya bahwa umat Islam tidak boleh berperang melawan Muslim atas nama kekuatan Eropa dan penolakannya atas kebijakan luar negeri Inggris di Sudan. Sebelum masuk Islam pada tahun 1887 setelah mengunjungi Prancis, Aljazair, Maroko, dan Gibraltar, untuk mengobati dirinya dari penyakit, ia telah menjadi pengacara terkenal. Dia juga memimpin gerakan sosial menentang konsumsi alkohol.

    Orang tua Quilliam adalah Wesleyan Methodists dan kakek dari pihak ibu adalah seorang pengkhotbah. Dia adalah seorang peserta reguler di Fairfield Wesleyan Chapel dan mengajar di Sekolah Minggu di United Methodist Free Church.

    Penulis, pengacara dan jurnalis

    Saat bekerja sebagai pengacara, ia juga menulis untuk berbagai surat kabar, termasuk Liverpool Mercury, Albion, London Globe, dan Lantern. Penulis The Faith in Islam, sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1889, Quilliam juga mengeluarkan jurnal bulanan, The Crescent, untuk mendokumentasikan akun-akun Muslim di Inggris dan Dunia Islam. Dari tahun 1893-1908, surat kabar itu diedarkan ke lebih dari 80 negara. Publikasi jurnal dihentikan pada tahun 1908.

    Dia menikah tiga kali dan memiliki empat anak. Pertama, pada 2 Juli 1879, ia menikahi Hannah Hope-Johnstone di Liverpool. Pada tahun 1909, ia menikahi Edith Miriam Leon, istri dari teman dekatnya Henri de Leon setelah kematiannya. Pada 1910, ia menikahi Mary Lyons.

    Ketika ia lahir, populasi Liverpool telah berkembang menjadi 376.000. Itu sangat terpecah antara komunitas Katolik dan Protestan dan perpecahan ini sering menyebabkan kekerasan di jalanan. Seorang juara keadilan sosial, ia tidak senang dengan ketidaksetaraan yang didukung oleh kristen inggris dalam masyarakat Victoria.

    Pada bulan Februari 1891, ia melakukan pemakaman Muslim publik pertama di Liverpool. Usahanya untuk mempromosikan Islam diakui oleh Sultan Abdul Hamid II. Pada bulan April 1891, Quilliam dan putra sulungnya, Robert Ahmet, adalah tamu Sultan, yang mengangkatnya sebagai Sheikh-ul-Islam dari Inggris. Selama kunjungan ke Sultan, mereka berdua tinggal di Istana Yildiz selama lebih dari sebulan.

    Pada tahun 1894, ia mewakili Sultan pada pembukaan masjid di Lagos, Nigeria dan menghias donor utama masjid atas nama Khalifah. Pada tahun yang sama, ketika dia tiba di Istanbul, dia diterima dengan penjaga kehormatan.

    Pengkhotbah karismatik

    Pada tahun 1904, ia melakukan perjalanan ke Balkan untuk menanyakan tentang pemberontakan Kristen dan menyusun laporan pencarian fakta untuk Khalifah. Dia kembali ke Turki pada tahun 1908 dengan putra sulungnya setelah permusuhan dan penganiayaan di Inggris. Dia kemudian kembali ke London tetapi hidup dengan nama samaran dari teman lamanya dan sesama yang bertobat Henri de Leon, atau Haroun Mustapha Leon.

    Sebagai seorang pengkhotbah karismatik, ia menciptakan komunitas Muslim yang luar biasa di Liverpool Victoria, termasuk sekitar 600 anggota baru di Inggris.

    Pendiri Liverpool Muslim Institute dan British Muslim Association di Mount Vernon Street pada September 1887, ia merintis mempromosikan Islam di Inggris secara terbuka. Upaya pertamanya untuk mengatur pertemuan yang mempromosikan Islam disambut dengan perlawanan sengit oleh pemilik properti di Gunung Vernon di Liverpool tengah, yang mengusir mereka karena memberitakan bahwa Yesus tidak disalibkan.

    Pada Desember 1889, karena merasa tidak nyaman di Gunung Vernon, Quilliam memindahkan Liverpool Muslim Institute ke Brougham Terrace yang dibeli dari sumbangan yang ditawarkan oleh Amir Afghanistan. Dia meninggal pada tanggal 23 April 1932, dan terkubur di dekat dua tokoh Muslim-Inggris terkemuka lainnya, Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Marmaduke Pickthall, keduanya telah menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris. (Source; aa.com.tr/faruk.zorlu)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here