Produksi pesawat tanpa awak, Industri aerospace Turki perkenalkan produknya di Indonesia

0
109

Jakarta. Dalam rangka mempromosikan produk dan meningkatkan kerja sama, Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAŞ) menyelenggarakan acara “Hari kerja sama Industri TAI-Indonesia” di Jakarta.

Dilansir dari Anadolu Agency, “Kami ingin mengembangkan kerja sama dengan Indonesia; negara berkembang di kawasannya, dan memiliki populasi Muslim sekitar 90 % serta selalu meningkatkan kerja sama bilateral dengan Turki, khususnya dalam bidang industri pertahanan'” ujar Kepala Marketing dan Komunikasi Turkish Aerospace Industries (TAI) Tamer Ozmen mengatakan pada acara tersebut.

“Saya berkunjung ke Indonesia dalam rangka berpartisipasi pada sebuah tender proyek pesawat tanpa awak Indonesia, dan Turki merupakan satu dari empat negara yang terlibat,” tutur Ozmen.

Ozmen mengatakan bahwa dalam acara tersebut pihaknya mencoba untuk memenuhi kebutuhan Indonesia serta menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pertahanan untuk sama-sama mengambil keuntungan dan meningkatkan kerja sama.

“Sebelumnya, kami telah mempelajari secara mendalam tentang industri pertahanan di Indonesia,” tuturnya.

Dialnsir dari Anadolu Agency, Ozmen mengatakan datang ke Indonesia untuk membahas kiat membangun kerja sama dengan Indonesia dalam mengelola industri pertahanan dengan berbagai keahlian dan pengalaman perusahaannya, utamanya pada produk yang mencakup Anka (pesawat tanpa awak yang diproduksi TAI), helikopter Atak (serangan), pesawat jet Hurkus, pesawat militer nasional dan sistem satelit ruang angkasa.

Ozmen juga telah memperkenalkan perusahaannya dan mencari peluang kerja sama apa saja yang bisa dilakukan dengan perusahaan industri pertahanan di Indonesia.

“Kami memperkenalkan program Anka untuk memberikan ide terkait kerja sama apa yang bisa dilakukan dalam program ini,” ujarnya.

Ozmen menuturkan bahwa pihaknya telah memperlihatkan Anka dalam acara tersebut. Selain itu, ia juga menunjukkan kelebihan lain yang dimilikinya dan juga produk-produknya yang lain.

Ozmen menambahkan bahwa acara tersebut sangat menarik perhatian para perusahaan yang hadir, dan mereka terbuka untuk bekerja sama dalam semua bidang.

Ozmen mengungkapkan, masyarakat di wilayah ini sedang mencari negara sahabat yang dapat diandalkan dan ramah untuk bekerja sama dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menginginkan sistem permanen di udara dengan ketinggian menengah, dan pesawat kami memberikan jawaban langsung kebutuhan yang dimaksud.

“Kami memiliki platform nyata untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan dalam tender tersebut. Meski saingan terbesar dari negara-negara di kawasan ini ialah negara Tiongkok, namun kami merasa bahwa mereka tidak terlalu tertarik dengan sistem milik Tiongkok,” jelas Ozmen.

“Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan kami menganggap bahwa kami menduduki posisi terdepan di antara sistem-sistem saingan lainnya.”

Indonesia, ungkap Ozmen, adalah negara prioritas bagi TAI. “Kami berharap saat tender nanti dapat menarik partisipasi perusahaan lokal pada tingkat memuaskan sehingga kami dapat dapat memenangkan pelelangan ini,” tambah dia.

Turki, Tiongkok, Prancis dan Israel juga akan berpartisipasi dalam pelelangan proyek pesawat tanpa awak di Indonesia yang dijadwalkan pada 24 Agustus mendatang.

Di sisi lain, hubungan kedua negara semakin hari semakin meningkat, diperkuat dengan kerja sama di bidang industri pertahanan baru-baru ini.

TAI dan perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia telah menandatangani perjanjian pada tahun 2017 untuk mengembangkan kerja sama dan melakukan proyek bidang penerbangan bersama.

PT Pindad dan perusahaan alutsista Turki FNSS Savunma Sistemleri meluncurkan prototipe medium tank “Kaplan MT” hasil kolaborasi kedua pihak pada defile perayaan HUT TNI ke-72 bulan Oktober tahun lalu di Cilegon, Banten.

Direktur Utama Pindad menjelaskan bahwa kehadiran medium tank ini menunjukkan bahwa industri pertahanan kedua negara mampu menghasilkan produk inovatif serta berteknologi tinggi.

Tank Kaplan MT produksi bersama kedua perusahaan ini adalah hasil kolaborasi dan rancangan para insinyur kedua pihak. Tank tersebut juga menjadi kendaraan militer pertama yang diekspor oleh Turki dalam katagori tank di industri pertahanan Turki.

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here