Presiden Turki Peringati Hari Jadi Kemenangan Canakkale

0
51

BERITATURKI.COM, Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu, 17 Maret 2019, menyatakan bahwa rakyat Turki, sebagai keturunan para pahlawan Canakkale, tidak akan pernah berkompromi dengan kemerdekaan, masa depan, dan kebebasan mereka.

“Kami sangat menentang rencana berbahaya terhadap bangsa kami dan kami bekerja tanpa lelah dengan semua warga negara kami; pria, wanita, tua dan muda, bahu membahu, untuk membangun masa depan yang cerah,” kata Erdogan dalam sebuah pesan untuk menandai Hari Kemenangan dan Pahlawan yang gugur dalam pertempuran di Canakkale.

Erdogan menekankan bahwa kemenangan Canakkale adalah kemenangan besar yang membawa militer Turki terdepan di zaman itu.

“Negara Turki, memperingati ulang tahun ke 104 atas Kemenangan Canakkale, setiap tanggal 18 Maret, dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan dan sekali lagi kami mengingat setiap jasa pahlawan dengan penuh hormat dan rasa terima kasih, Ghazi Mustafa Kemal yang pertama dan terutama, yang mempercayakan tanah ini kepada kami,” tambahnya.

Dilansir dari Anadolu Agency, peristiwa menjelang pertempuran penting dimulai pada Februari 1915, dimana pasukan Inggris dan Prancis memutuskan untuk meluncurkan serangan Gallipoli untuk menjatuhkan Kekaisaran Ottoman melalui perang secepat mungkin dengan mencapai dan merebut ibukotanya, Istanbul. Mereka memulai serangan mereka pada tanggal 18 Maret, namun perairan dipenuhi dengan jaringan ranjau yang diletakkan oleh kapal-kapal Ottoman. Kini tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Kemenangan Angkatan Laut Canakkale

Pada tanggal 25 April, tentara sekutu mendarat di tepi semenanjung Gallipoli. Pasukan Inggris dan Prancis berada di sana sebagai bagian dari rencana untuk membuka Selat Dardanella di pantai Aegean Turki bagi akses armada Sekutu, yang memungkinkan mereka untuk mengancam ibukota Ottoman. Akan tetapi, pasukan Sekutu tersebut menghadapi perlawanan yang kuat dan berani dari pasukan Turki hingga akhirnya serangan tersebut merupakan kegagalan yang harus dibayar mahal.

Puluhan ribu warga negara Turki dan tentara tewas, bersama dengan puluhan ribu orang Eropa, ditambah sekitar 7.000 – 8.000 warga Australia dan hampir 3.000 warga Selandia Baru, yang dikenal sebagai pasukan Anzac. Kemenangan melawan pasukan Sekutu meningkatkan gengsi pihak Turki, yang kemudian melanjutkan perang kemerdekaan antara tahun 1919 dan 1922, yang akhirnya membentuk pemerintahan republik pada tahun 1923 dari “abu” kekaisaran lama.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here