Presiden Turki: Pemimpin Grup Bersama OSCE-Minsk Dukung Armenia

0
42
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kecam para Pemimpin OSCE-Minsk (Foto : AA)

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa AS, Rusia, dan Prancis mendukung Armenia, mereka ‘memberikan semua jenis dukungan senjata’ untuk Armenia.

BERITATURKI.COM, Ankara- Ketua bersama kelompok OSCE Minsk -AS, Rusia, Prancis- berdiri di samping Armenia dan memberikan “semua jenis dukungan senjata,” kata presiden Turki pada hari Minggu (18/10).

“Apa yang terjadi di Irak, Suriah, bahkan di Balkan di masa lalu, dan sekarang di Libya dan Karabakh telah menunjukkan kepada kita bagaimana diskriminasi, pemisahan diri, dan pengejaran keuntungan kecil tidak membawa apa-apa selain darah dan air mata,” kata Recep Tayyip Erdogan berbicara di pertemuan kongres provinsi dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang berkuasa di provinsi Sirnak tenggara.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) Minsk Group dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik Karabakh Atas, tetapi hingga sekarang tidak berhasil.

“Saudara-saudara Azerbaijan kita saat ini sedang dalam perjuangan yang sangat serius melawan Armenia. Mengapa mereka berjuang dalam perjuangan ini? Karena mereka berjuang untuk membebaskan tanah pendudukan Azerbaijan dari orang-orang Armenia,” katanya, ia bertanya : “Apa yang lebih alami dari itu?”

Erdogan menekankan bahwa AS, Rusia dan Prancis “belum menyelesaikan negosiasi ini” selama 30 tahun lamanya, dan belum memberikan tanah rakyat Azerbaijan kepada mereka.

“Sekarang saudara-saudara kita di Azerbaijan sedang berjuang untuk membebaskan wilayah-wilayah pendudukan. Semoga Allah membantu mereka. Saya yakin mereka akan merebut kembali dan membebaskan tanah-tanah yang diduduki dari Armenia. Dan kami berdoa untuk mereka. Semoga mereka berhasil,” katanya.

Bentrokan yang meletus antara Azerbaijan dan Armenia pada 27 September dan Armenia telah melanjutkan serangannya terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan sejak pekan lalu.

Gencatan senjata terbaru -yang kedua sejak permusuhan di sekitar Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, dimulai pada 27 September – diumumkan pada hari Sabtu dan hanya berlaku pada pukul 12 tengah malam (2000GMT).

Gencatan senjata kedua dicapai antara Baku dan Yerevan setelah gencatan senjata 10 Oktober sebelumnya -dimaksudkan untuk memungkinkan pertukaran tahanan dan penemuan mayat-, namun dilanggar beberapa jam kemudian oleh serangan rudal Armenia di kota Ganja, Azerbaijan. menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 35 orang lainnya.

Konflik Karabakh Atas

Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Sekitar 20% wilayah Azerbaijan tetap di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.

Gencatan senjata pertama kali disetujui pada tahun 1994.

Berbagai resolusi PBB, serta organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan.

Kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis, dan AS, telah menyerukan penghentian permusuhan. Turki, sementara itu, telah mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.

Sumber: Anadolu_Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here