Presiden Turki: “Dunia Lebih Besar dari Lima”

0
103

New York, AS – Dewan Keamanan PBB sekarang melayani kepentingan lima anggota negara tetap pemegang hak veto, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Selasa (25/9).

Presiden Turki telah lama menganjurkan perbaikan struktur Dewan Keamanan, dengan moto “dunia Lebih besar dari Lima (the world is bigger than five).”

Lima anggota Dewan Keamanan, AS, Rusia, Tiongkok, Prancis, dan Britania, “tetap diam akan penindasan di belahan dunia lain,” Erdogan mengatakan dalam kehadirannya pada sidang ke-73 Majelis Umum PBB.

Erdogan mengatakan PBB telah melakukan pekerjaan dan mendapat sukses besar dalam 73 tahun sejarah.

“Namun, ini juga merupakan fakta bahwa seiring berjalan waktu PBB menjauh dari pemenuhan harapan kemanusiaan akan kedamaian dan kesejahteraan,” tambahnya.

Erdogan mengatakan “pembantaian” yang terjadi di Bosnia, Rwanda, dan Somalia, yang terkini di Myanmar dan yang terus-menerus terjadi di Palestina, semuanya terjadi di depan mata Dewan Keamanan.

“Mereka yang tidak angkat suara terhadap penindasan di palestina, upaya mereka bahkan untuk mengurangi bantuan, hanya akan meningkatkan keberanian dari para penindas,” tambahnya, mengacu pada keputusan terkini AS untuk memotong bantuan badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Erdogan mengatakan bahwa Turki akan terus berdiri dengan Palestina yang “tertindas” dan akan terus melindungi historis dan status hukum dari Yarusalem.

Ia menggarisbawahi kalau dibutuhkan “pembaruan menyeluruh” dalam struktur dan fungsi PBB, khususnya Dewan Keamanan.

‘World Bigger than 5’

“Dan kami percaya kalau saat kami mengatakan ‘world is bigger than five,‘ kami menjadi penyeru dari suara hati kemanusiaan,” kata Erdogan.

Ia mengatakan bahwa membatasi pembaruan PBB hanya dalam anggaran tidak akan memberi solusi pada permasalahan yang ada, tidak juga membuat semua pihak bahagia.

Presiden Turki menambahkan kalau dibutuhkan peningkatan efisiensi dari PBB “yang saya temukan sangat penting untuk masa depan dunia, yang mendasar dari tugas mereka yaitu keamanan, pengembangan dan kesetaraan sosial.”

“Ketika aset 62 orang terkaya dunia setara dengan aset setengah populasi dunia dari 3.6 milyar orang , ini berarti ada masalah,” kata Erdogan.

Ia menyeru untuk membangun sistem baru global pada PBB yang akan menjadi penyuara harapan pelaksanaan kemanusiaan akan keadilan.

‘Dukungan yang Lebih Melimpah dan Fleksibel’

Erdogan mengatakan Turki akan melanjutkan upayanya menuju dunia yang lebih adil selagi melaksanakan diplomasi kemanusiaan global.

Ia mengingatkan bahwa Turki menjadi tempat untuk 4 juta pengungsi, 3,5 juta dari Suriah, dan memberi mereka layanan yang “tidak ada bandingannya” di tempat lain di dunia.

Jumlah yang telah Turki habiskan untuk pengungsi Suriah saja sudah sekitar USD 32 milyar.

“Namun, sejauh ini, bantuan dari luar yang kami terima sekitar USD 600 juta dari organisasi internasional dan EUR 1,7 milyar dari UE sampai sekarang,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan ia mengharapkan “dukungan lebih berlimpah dan fleksibel” untuk Turki, yang sudah mencegah alur pengungsi besar tersebar di belahan dunia lain, terutama untuk Eropa, berkat peluang yang disediakan negara bagi para pengungsi. (AWN)

 

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here