Presiden PAS: “Negara-Bangsa Dengan Paham Islamofobia Tidak Berhak Memprotes Aya Sofia”

0
69

Negara-negara Barat yang dilanda Islamofobia tidak bisa menolak Turki menjadikan Aya Sofia sebuah masjid lagi, kata politisi Malaysia

BERITATURKI.COM, Kuala lumpur-Malaysia| Negara-negara Barat yang masih dilanda Islamofobia tidak memiliki tempat untuk memprotes Turki memulihkan Hagia Sophia ke status bersejarahnya sebagai masjid, kata seorang politisi muslim Malaysia terkemuka siang tadi (19/07).

“Negara-negara Eropa dan Amerika ini tetap diam sementara Israel berencana untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Sekarang mereka memprotes Hagia Sophia berfungsi sebagai Masjid,” kata Abdul Hadi Awang, yang juga sebagai utusan khusus Malaysia untuk Timur Tengah dan sekaligus Presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS).

Dr. H. Abdul Hadi Awang (Presiden PAS Malaysia)

Palestina telah lama mengatakan pekerjaan penggalian Israel di sekitar lokasi titik sensitif (hotspot) di kawasan Haram al Syarif Al-Aqsa menunjukkan rencana mereka untuk menghancurkan masjid dan membangun kembali Kuil Ketiga (Solomon Temple) di sana.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Hadi mengatakan bahwa setelah penaklukan Istanbul, Hagia Sophia telah berfungsi sebagai masjid utama kota Istanbul selama hampir 500 tahun.

Abdul Hadi mengatakan bahwa masjid-masjid Istanbul terkemuka lainnya seperti Masjid Biru, Şehzade, Suleymaniye, dan Rustem Pasha juga terinspirasi oleh Hagia Sophia.

Pada 10 Juli lalu, pengadilan tinggi (Supreme Court) Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, mengembalikan statusnya sebagai masjid setelah difungsikan sebagai musium selama lebih 85 tahun.

Keajaiban arsitektur di jantung kota Istanbul adalah sebuah gereja di era Bizantium tetapi telah diubah menjadi masjid pada tahun 1453 oleh Sultan Muhammad al-Fatih setelah penaklukan Ottoman atas kota tersebut. Dalam logika hukum perang zaman dulu, maka otomatis Aya Sofya menjadi properti (ghanimah) atau pampasan perang dari pemenang perang. Namun walaupun Aya Sofia adalah hak pedang beliau (Alfatih Kılıç’ın hakkıdır), namun Sultan telah memperlakukan Aya Sofia dengan sangat memukau. Menghias dan mempercantik interior sekaligus memperkuat eksterior nya yang diwariskan penjagaannya melalui yayasan wakaf Aya Sofia yang didirikannya tidak berapa lama setelah ditaklukkannya./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here