Presiden Palestina, Mahmud Abbas Menyambut Baik Pembalikan Status Aya Sofia Kembali Menjadi Masjid

0
15

BERİTATURKİ.COM, Ankara| Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan senang tentang pengembalian Aya Sofia menjadi masjid dan memberi selamat kepada masyarakat Turki melalui panggilan telepon dengan Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Minggu (kemarin).

Dalam percakapannya dengan Erdogan, Abbas memuji keputusan Turki untuk mengembalikan ikon Istanbul Aya Sofia menjadi masjid, kata Direktorat Komunikasi Turki.

Aya sofya telah difungsikan sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul, dan menjadi masjid dari tahun 1453 hingga 1934 -hampir 500 tahun- dan yang terbaru sebagai museum selama 86 tahun.

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid.

Salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik dan internasional, ayasofya ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985, waktu itu sebagai museum.

Sementara itu, Presiden Erdogan menegaskan kembali tekad Turki untuk terus mendukung perjuangan Palestina, dalam bunyi pernyataan tertulisnya itu.

Para pejabat Turki menentang agresi dan pendudukan Israel atas tanah Palestina.

Pada bulan Januari, Turki menyatakan kemarahannya atas apa yang disebut rencana perdamaian oleh AS untuk konflik Israel-Palestina secara sepihak ketika pihak berwenang menunjuk Yerusalem sebagai “garis merah” bagi negara Turki. Publik Turki, berbondong-bondong ke jalan-jalan untuk memprotes di Washington dan Tel Aviv atas “pengkhianatan” mereka terhadap Palestina.

Menjadi salah satu negara utama yang telah mempertahankan posisi yang jelas tentang perjuangan Palestina, Turki menanggapi apa yang disebut “Kesepakatan Abad ini” oleh Presiden AS Donald Trump dengan menyatakan bahwa orang-orang dan tanah Palestina tidak untuk dijual.

Kesepakatan itu mengikuti keputusan Trump pada bulan Desember 2017 untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, masalah yang dibawa ke Majelis Umum PBB setelah rancangan resolusi tentang masalah tersebut diveto 14-1 oleh AS di Dewan Keamanan PBB.

Israel menduduki Yerusalem timur selama Perang Arab-Israel 1967. Pada tahun 1980, dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota, mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang mereka proklamirkan sebagai kota yang “abadi dan tak terbagi”. DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here