Presiden & Menkes Turki Terima Vaksinasi Perdana COVID-19 Sinovac

0
50

BERITATURKI.COM, Ankara- Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Kamis menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Rumah Sakit Kota Ankara di ibu kota Turki.

“Saya juga divaksinasi,” kata Erdogan di jejaring sosial Telegram dan di akun Twitter pribadinya. Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada para pekerja kesehatan yang telah bekerja, dan menargetkan seluruh masyarakat bisa divaksinasi secara massif, tegas Erdoğan setelah menerima suntikan vaksin tersebut.

Presiden Erdoğan divaksinasi pada Kamis hari ini (14/01).

Berbicara kepada wartawan saat meninggalkan rumah sakit, presiden mengatakan bahwa sekitar 256.000 orang di seluruh Turki telah menerima dosis pertama mereka sejauh ini.

“Kami bertujuan untuk memvaksinasi semua warga kami secepat mungkin,” katanya sambil menambahkan bahwa hampir 30 juta lebih dosis vaksin akan datang dari China.

Turki mulai memberikan suntikan yang dikembangkan oleh Sinovac China kepada petugas kesehatan pada hari Kamis, saat meluncurkan program vaksinasi nasional terhadap penyakit yang telah menewaskan lebih dari 23.000 orang di negara itu. Sejauh ini telah memvaksinasi lebih dari 200.000 petugas kesehatan.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca dan anggota Dewan Penasihat Ilmiah Coronavirus di Kementerian Kesehatan Turki adalah orang pertama mendapatkan suntikan pada Rabu malam. Pada Kamis dini hari, vaksinasi massal dimulai untuk ribuan petugas kesehatan di seluruh negeri.

Menkes Turki, Fahrettin Koca mendapatkan vaksinasi pertama dari Nakes Turki di ibukota Turki, Ankara.

Badan Obat dan Alat Kesehatan negara (TITCK) pada hari Rabu menyetujui penggunaan darurat vaksin. Persetujuan itu datang setelah periode pengujian 14 hari, yang dimulai ketika pengiriman pertama vaksin, yang mengandung 3 juta dosis, tiba di negara itu pada 30 Desember.

Bulan lalu, peneliti Turki mengatakan CoronaVac menunjukkan kemanjuran 91,25% berdasarkan analisis sementara dari 29 kasus. Analisis yang lebih lengkap dapat dilakukan setelah mencapai 40 kasus.

Vaksin akan diberikan oleh unit aplikasi vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan, yang akan didirikan di pusat kesehatan keluarga, serta di rumah sakit swasta dan universitas, menurut Direktorat Layanan Kesehatan.

Sumber: Dailysabah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here