Presiden Majelis Umum PBB Asal Turki Berjanji untuk Mewakili Semua Representasi Negara di PBB.

0
35

“Prinsip-prinsip pedoman kepemimpinan saya adalah imparsialitas, efektivitas, transparansi, dan non-diskriminasi” kata Volkan Bozkir kepada Anadolu Agency.

Presiden UNGA Turki berjanji untuk mewakili semua PBB
Presiden Majelis Umum PBB yang baru terpilih Volkan Bozkir (Esra Bilgin – Anadolu Agency)

BERITATURKI.COM, Washington DC|

Presiden Majelis Umum PBB (UNGA) Turki yang baru terpilih Volkan Bozkir mengatakan pada hari Senin bahwa sebagai presiden, dia akan melayani semua anggota PBB dan mewakili keanggotaan PBB secara representatif. 

“Harapan dan pandangan masing-masing dari setiap negara dan anggota mereka akan sama pentingnya dan berharga bagi saya,” katanya pada upacara pelantikannya melalui konferensi video, kemarin.

Majelis Umum UNGA, pada Rabu lalu telah memilih Bozkir, mantan duta besar Turki, untuk menjadi presidennya menjelang Debat Umum ke-75 pada bulan September mendatang.

Dalam pemungutan suara rahasia, Bozkir, yang bertarung tanpa lawan, mendapatkan 178 suara dari tubuh, dengan 11 abstain.

Dalam pidatonya, Bozkir menyampaikan terima kasih kepada negara-negara PBB, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu atas kepercayaan dan dukungan mereka dalam pemilihannya.

“Ini juga hak istimewa yang unik karena kami juga akan menandai peringatan ke-75 organisasi PBB,” katanya, seraya menambahkan bahwa merupakan kehormatan besar untuk mendapatkan dukungan dari para anggotanya.

– Masalah global memerlukan respons global

Berkaitan dengan krisis kemanusiaan yang masih menjadi PR bersama, konflik mematikan dan COVID-19 adalah masalah global yang membutuhkan tanggapan global, katanya di sidang perdana Majelis Umum Parlemen Dunia itu, dia menekankan bahwa dunia kita secara unik semakin menarik, dan mengarahkan kepada upaya multilateral.

“Pembangunan konsensus akan menjadi inti dari upaya saya. Saya akan menggunakan sejauh mungkin otoritas moral dan kekuatan lunak presiden Majelis Umum. Prinsip-prinsip panduan kepresidenan saya adalah “imparsialitas, efektivitas, transparansi, dan non-diskriminasi” Bozkir menambahkan.

Tiga pilar PBB –perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan dan hak asasi manusia– akan menerima perhatian yang sama dan seimbang selama masa jabatannya, katanya.

Terkait COVID-19 sebagai darurat kesehatan dan krisis kemanusiaan, ia mengatakan virus itu juga merupakan ancaman terhadap konsekuensi sosial, politik dan ekonomi.

“Dalam tanggapan kolektif kita terhadap pandemi, kita harus fokus pada kebutuhan khusus yang paling rentan di tiga pilar PBB.”

Bozkir adalah warga negara Turki pertama yang memimpin Majelis Umum. Dia akan resmi menjabat pada bulan September 2020 dan memegang jabatan tersebut selama satu tahun.

Dia saat ini adalah anggota parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) yang berkuasa dari kota Istanbul dan ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Turki.

Dia terpilih sebagai anggota legislatif Turki pada tahun 2011 setelah hampir 40 tahun dalam dinas luar negeri yang mencakup jabatan di Jerman, New York, Baghdad dan Rumania.

Pada 2000-an, ia adalah duta besar Turki untuk Uni Eropa dan bekerja sebagai wakil sekretaris jenderal dan sekretaris jenderal untuk urusan Uni Eropa di Kementerian Luar Negeri Turki.

Bozkir juga menjabat sebagai menteri Turki untuk Urusan UE dan kepala negosiator untuk aksesi UE antara 2014 dan 2016.

Presiden Erdogan secara resmi menyatakan pencalonan Bozkir dalam pidatonya di Majelis Umum PBB September lalu.

Majelis Umum adalah pembuat kebijakan utama dan organ representatif PBB.

Lembaga inini memfasilitasi forum untuk membahas semua urusan internasional untuk 193 negara PBB./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here