Presiden Erdogan Turut Mengenang 29 Tahun Meninggalnya Presiden Turgut Özal

Türkiye'de birçok yeniliğin öncüsü olan, ekonomik kalkınma ve terörle mücadelede önemli adımlar atan 8. Cumhurbaşkanı Turgut Özal'ın vefatının üzerinden 29 yıl geçti. 18 Mart 1990'da dönemin Cumhurbaşkanı Özal, Çanakkale Zaferi'nin 75. yıl dönümü kutlamalarında halka hitap etmişti. (Arşiv) ( AA Arşivi - Anadolu Ajansı )

BERITATURKI.COM, Istanbul – Pada hari Minggu (17/4), Presiden Recep Tayyip Erdoğan turut mengenang 29 tahun meninggalnya Presiden ke-8 Turki yaitu Presiden Turgut Özal di akun media sosialnya.

Presiden Erdogan mengatakan: “Saya turut mengenang 29 tahun meninggalnya almarhum Presiden ke-8 kita yaitu Turgut Özal yang telah memainkan peran utama dalam pembangunan dan terobosan yang membentuk masa depan negara kita. Beliau memiliki tempat tak tergoyahkan di negara kita berkat hati, kerja keras, pendirian dan kepribadiannya.”

Profil Presiden ke-8 Turki Turgut Özal

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh koresponden AA, Turgut Özal merupakan putra dari pasangan seorang bankir dan guru. Ia lahir di Provinsi Malatya pada tahun 1927.

Ozal, yang menyelesaikan pendidikan dasar, menengah dan tinggi di kota yang berbeda karena profesi ayahnya, mulai bekerja di Administrasi Survei Pekerjaan Listrik setelah lulus dari Departemen Teknik Elektro di Universitas Teknik Istanbul pada tahun 1950.

Özal menerima pelatihan spesialisasi di bidang “Ekonomi Teknik” di AS dan kemudian ia mendapat posisi Deputy General Manager of Electrical Works Survey Administration saat kembali ke Turki.

Turgut Özal memainkan peran penting dalam pembentukan Organisasi Perencanaan Negara (SPO) dan ia menjadi wakil sekretaris lembaga ini antara 1967-1971. Dia pernah mengepalai Badan Koordinasi Ekonomi, Badan Uang dan Kredit, Badan Koordinasi RCD dan Badan Koordinasi MEE.

Özal juga pernah bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia pada 1971-1973. Kemudian ia bekerja di berbagai organisasi industri dan menjabat sebagai Presiden Serikat Industri Metalware.

Turgut Özal memulai kehidupan politiknya sebagai calon anggota legislatif Provinsi Izmir dari Partai Keselamatan Nasional (MSP/ Milli Selamet Partisi) pada pemilihan umum 1977. Namun pada kesehatan ini ia masih belum terpilih menjadi anggota legislatif karena tidak mendapatkan suara yang cukup.

Memulai Karir di Politik

Turgut Özal diangkat sebagai Wakil Menteri Perdana menjelang akhir tahun 1979. Diwaktu yang sama ia juga menjalankan tugas Wakil Sekretaris SPO melalui kuasanya pada periode yang sama. Dengan tugas ini, Turgut Özal menjadi satu-satunya perdana menteri dan presiden Turki, yang pernah menjabat sebagai Wakil SPO dan Wakil Perdana Menteri dalam waktu yang sama.

Turgut Özal melakukan kajian liberalisasi di bidang ekonomi dan berperan besar dalam penyusunan program berskala besar yang dikenal dengan “Keputusan 24 Januari” ini dikenal sebagai “menteri tanpa kursi” karena hasil kerjanya di waktu itu.

Özal kemudian diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri Urusan Ekonomi dalam pemerintahan yang didirikan pasca kudeta militer Turki pada 12 September 1980.

Pada periode ini, ketika peluang kredit dan keberhasilan ekspor diberikan ke Turki, Turgut Özal tidak setuju dengan pemerintah tentang kebijakan moneter yang diikuti, sehingga ia mengundurkan diri dari jabatan Wakil Perdana Menteri pada tahun 1982.

Menjadi Perdana Menteri

Turgut Özal mendirikan Partai Tanah Air (ANAP/ Ana Vatan Partisi) pada 20 Mei 1983. Ia kemudian membentuk pemerintahan ke-45 setelah partainya menjadi yang pertama dalam pemilihan umum yang diadakan pada tahun yang sama. Özal berhasil memimpin sebagai Perdana Menteri dan Presiden dari tahun 1983 hingga 1991.

Partai ini muncul dengan klaim menggabungkan berbagai tendensi politik dan fokus pada masalah ekonomi, dan ia menggunakan tema “kutub tengah” untuk menjangkau massa pada periode ini.

Ia pertama kali mengambil langkah menuju ekonomi dengan mencoba menghapus pembatasan di daerah ini.

Serangan bersenjata terhadap Turgut Özal pada tahun 1988 menjadi trending topik di Turki pada masa itu.

Turgut Özal tertembak senjata api saat Kongres Biasa ke-2 Partai Tanah Air yang diadakan di Balai Olahraga Atatürk Ankara pada 18 Juni, sehingga ia terluka di tangan kanannya. Özal yang naik ke podium dengan luka, mengatakan, “Saya ingin menekankan bahwa kehidupan yang diberikan oleh Allah, tidak ada piutang selain kehendak-Nya, dan kami telah menyerahkan diri kepada-Nya.”

Kartal Demirağ yang merupakan tersangka utama pada kasus penyerangan ini kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati setelah keluar hasil dari persidangan. Demirağ, yang hukumannya kemudian diringankan menjadi 20 tahun penjara, kemudian mendapat remesi langsung dari Turgut Özal pada tahun 1992 setelah menjalani 4 tahun penjara.

Menjadi Presiden Turki ke-8

Turgut Özal dipilih sebagai Presiden ke-8 Republik Turki pada 31 Oktober 1989 oleh Majelis Nasional Besar Turki. Ia mengikuti strategi yang berbeda dalam memerangi terorisme, yang merupakan salah satu masalah utama pada masa itu, selain itu ia juga mengambil langkah penting yang dalam bidang ekonomi. Ia memulai tugas ini pada tanggal 9 November 1989.

Turgut Özal merupakan presiden pertama yang menerapkan inisiatif sipil. Ia mengadakan banyak pertemuan dan menyiapkan laporan untuk mencari solusi berbagai masalah.

Dengan bertemu dengan Celal Talabani pada 12 Maret 1991 di ankaya Mansion, Özal berusaha memecahkan insiden teroris dan “masalah Kurdi”. Dengan membuat pernyataan kepada majalah Der Spiegel pada 26 Maret 1991, tak lama setelah pertemuan itu, Talabani mengklaim bahwa Özal telah mengatakan bahwa dia akan “memberikan otonomi kepada Kurdi”.

Meninggal

Turgut Özal meninggal pada 17 April 1993, saat melaksanakan kunjungan kepresidenannya selama 12 hari di Turkistan dan 5 negara lainnya.

19 tahun setelah kematiannya, pada tahun 2012, makamnya Turgut Özal dibuka untuk diautopsi atas tuduhan bahwa ia “meninggal akibat pembunuhan”.

Kepala Kantor Kejaksaan Umum Ankara menyatakan bahwa, menurut laporan otopsi, penyebab pasti kematian Özal tidak dapat ditemukan berdasarkan informasi dan temuan yang di lapangan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here