Presiden Erdoğan Resmikan Sekolah bagi Penyandang Disabilitas di Turki

0
108

Istanbul. Sekolah berkebutuhan khusus terbesar di Turki dibuka di distrik Küçükçekmece Istanbul pada 4 November 2018. Didirikan oleh Limak Foundation, Gülseren Özdemir Special Education School memiliki kapasitas sebanyak 300 siswa. Presiden Recep Tayyip Erdoğan meresmikan sekolah pada acara yang dihadiri oleh para pejabat dan pengusaha terkemuka, Nihat Özdemir, suami dari Gülseren Özdemir, yang namanya dijadikan nama sekolah tersebut. Dalam pidato di acara peresmian tersebut, Erdoğan memuji kemajuan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dan hak-hak penyandang cacat selama dekade terakhir.

Bangunan sekolah yang terdiri dari sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah menengah atas itu dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dan akan melayani anak-anak berkebutuhan khusus, seperti keterbelakangan mental serta siswa dengan cacat lainnya di 27 ruang kelas. Sekolah tersebut juga akan berfungsi sebagai pusat pelatihan untuk guru pendidikan khusus. Selain ruang kelas, rumah itu juga memiliki ruang kelas terbuka di halamannya. Presiden Erdoğan mengatakan bahwa Turki melihat adanya langkah revolusioner besar yang diambil dalam 16 tahun terakhir untuk integrasi warga difabel ke kehidupan sosial.

“Hari ini sebanyak 513.000 orang cacat diberikan perawatan di rumah dan 97 pusat rehabilitasi melayani sebanyak 7.000 penyandang cacat diseluruh Turki,” katanya.

Menyinggung masalah anak-anak penyandang cacat yang dihadapi di masa lalu, Presiden Erdoğan mengatakan bahwa anak-anak ini disembunyikan di rumah mereka, seakan-akan para orang tua merasa malu dan terpaksa menutup-nutupi kehadiran anak mereka itu. Hari ini, para penyandang cacat terintegrasi kembali kedalam masyarakat dengan langkah-langkah yang diambil dalam 16 tahun terakhir. Mengacu pada penyelenggaraan pemilihan umum yang pertama kali diikuti oleh Partai Keadilan dan Pembangunan-nya yang berkuasa (AK Party). Erdogan mengatakan bahwa negara membayar tunjangan bulanan hingga 650 TL ($ 120) kepada warga yang memiliki anggota keluarga penyandang cacat. Presiden mengatakan bahwa mereka juga mengaitkan pentingnya mempekerjakan penyandang cacat baik di sektor publik dan swasta.

“Sejauh ini lebih dari 54.000 penyandang disabilitas bekerja di sektor publik sebagai pegawai negeri dan sekitar 112.000 penyandang disabilitas dipekerjakan sebagai pekerja di sektor publik dan swasta. Kami juga mendukung perusahaan untuk memberikan tunjangan yang dibayarkan kepada karyawan penyandang cacat,” katanya.

Presiden Erdoğan mengatakan pemerintah juga akan menyusun rencana aksi autisme untuk 1 juta penyandang autis di Turki dan kementerian beserta lembaga publik yang relevan akan turut serta menerapkan langkah-langkah dalam rencana tersebut.

Komunitas penyandang cacat Turki yang terdiri dari sekitar 7 % populasi telah lama ditantang oleh masalah inklusi sosial, aksesibilitas, dan pekerjaan. Turki telah mengadopsi seperangkat peraturan dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan kualitas kehidupan penyandang cacat, terutama dalam hal pekerjaan. Pemerintah telah menawarkan insentif untuk tempat kerja yang mempekerjakan warga cacat sejak tahun 2014. Bisnis yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi penyandang cacat berhak mendapatkan pinjaman modal dan insentif pajak untuk setiap karyawan penyandang cacat yang mereka pekerjakan. Para penyandang cacat juga diberikan tiket gratis untuk transportasi umum. Melalui agen tenaga kerja yang dikelola negara, Turki juga memberikan pinjaman gratis bagi para pengusaha penyandang cacat dan proyek-proyek yang melibatkan kerja massal oleh penyandang cacat.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here