Presiden Erdogan Mengatakan akan Membahas Ketegangan Turki-AS dengan Presiden Biden

0
19

Erdogan dan Biden akan bertemu di sela-sela KTT para pemimpin NATO 14 Juni di Brussels.

BERITATURKI.COM, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (01/06/2021) mengatakan dia akan membahas ketegangan baru-baru ini antara AS dan Turki dengan rekannya dari Amerika Joe Biden dalam pertemuan puncak para pemimpin NATO yang akan datang.

Dalam wawancara larut malam dengan penyiar nasional TRT, Erdogan mengatakan “persiapan awal” telah dilakukan menjelang pertemuan.

“Pada pertemuan itu, kami akan bertanya mengapa hubungan Turki-AS melalui periode yang tegang seperti itu,” kata Erdogan.

Pertemuan antara Erdogan dan Biden akan berlangsung di sela-sela KTT para pemimpin NATO 14 Juni di Brussels, Belgia.

Erdogan ingat dia telah bekerja dengan mantan presiden Amerika baik dari Demokrat dan Republik, termasuk Barack Obama dan Donald Trump, dengan mengatakan dia tidak “memiliki ketegangan seperti itu dengan salah satu dari mereka”.

Presiden mengatakan ketegangan terbaru antara kedua sekutu NATO itu disebabkan oleh pengakuan Biden atas peristiwa 1915 sebagai “genosida”.

Erdogan mengkritik rekannya dari Amerika sekali lagi dan mengulangi seruannya bahwa sejarawan dan pakar hukum, tetapi bukan politisi, harus bekerja pada apa yang disebut tuduhan Armenia.

Ketika ditanya apakah ada alasan lain di balik keputusan Biden tentang klaim genosida, presiden mengatakan “Turki sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu,” tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Mereka yang menyudutkan Turki dengan cara ini akan kehilangan seorang teman penting,” kata Erdogan, seraya menambahkan Turki adalah “mitra yang kuat dan dapat diandalkan” di NATO.

Ada dua isu penting lainnya dalam hubungan AS-Turki; salah satunya adalah dukungan AS untuk teroris YPG/PKK dan kelambanannya terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang pemimpinnya tinggal di AS, kata Erdogan.

Dia mengulangi kekecewaannya atas dukungan AS untuk teroris YPG/PKK di Suriah utara.

“Kami telah memberikan setiap bukti yang mengungkapkan hubungan antara PKK dan YPG/PYD tetapi mereka memilih untuk menutup mata terhadap ini,” kata Erdogan.

“Jika Anda adalah sekutu kami, apakah Anda akan mendukung kami atau Anda akan mendukung para teroris ini? Sayangnya, mereka berpihak pada teroris ini,” tambahnya.

Mengenai hubungan dengan NATO, Erdogan juga mengatakan NATO tanpa “Turki yang kuat” menjadi tidak kuat.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here