Presiden Erdogan Memuji Dialog Turki-Iran Sebagai Peran Penentu di Kawasan

0
35
Presiden Erdogan bersama para pejabat tinggi Turki dalam konferensi video dengan pejabat pemerintahan di Ankara (Foto : Anadolu Agency)

Dialog Turki-Iran sering memainkan peran ‘penentu’ dalam menyelesaikan masalah regional, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.

BERITATURKI.COM, Ankara – Presiden Turki pada hari Selasa (08/09/2020) memuji dialog negaranya dengan Iran untuk menemukan solusi yang mungkin untuk masalah di wilayah bersama mereka.

“Dialog antara Turki dan Iran telah memainkan peran penentu dalam menyelesaikan banyak masalah regional,” kata Recep Tayyip Erdogan, berbicara pada pertemuan keenam Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi Turki-Iran.

“Saya yakin kerja sama kami akan kembali kepada tingkat sebelumnya saat epidemi telah mereda,” kata Erdogan pada pertemuan itu, yang diadakan melalui konferensi video dan diketuai bersama oleh dirinya sendiri dan mitranya dari Iran, Presiden Hassan Rouhani.

Direktorat Komunikasi Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, “Selama pertemuan Dewan, semua aspek hubungan bilateral antara Turki dan Iran akan ditinjau, dan langkah-langkah yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kerjasama mengingat keadaan baru yang disebabkan oleh pandemi virus korona akan dibicarakan.”

Ditambahkan bahwa kedua belah pihak diharapkan untuk bertukar pandangan tentang hubungan bilateral, serta masalah regional dan internasional pada pertemuan tersebut. Dewan tersebut sebelumnya terakhir kali bersidang pada 2018 di ibu kota Ankara.

Epidemi ‘terkendali’

Mengenai peningkatan infeksi virus korona setiap hari baru-baru ini di Turki, Erdogan mengatakan bahwa negara itu terus “menjaga epidemi tetap terkendali”.

Sambil memperkuat sistem kesehatan Turki dengan rumah sakit baru yang dilengkapi dengan teknologi mutakhir, Turki mencoba untuk menempatkan ekonominya pada jalur produksi, ekspor, dan pariwisata, kata Erdogan.

Penghitungan Covid-19 Turki pada hari Senin naik menjadi 281.509, dengan 1.703 lebih banyak kasus selama 24 jam terakhir, menurut Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.

Menkes Koca mengatakan 57 lebih pasien telah kehilangan nyawa mereka, sehingga jumlah kematian menjadi 6.730, sementara pemulihan mencapai 251.105.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here