Presiden Erdogan : Banjir di Wilayah Laut Hitam Turki Telah Merenggut 17 Nyawa

0
8

1 orang hilang di provinsi Bartin, pencarian dan upaya penyelamatan terus berlanjut, kata para pejabat.

BERITATURKI.COM, Istanbul – Banjir di wilayah Laut Hitam Turki minggu ini telah menewaskan sedikitnya 17 orang dengan setidaknya satu orang hilang, kata presiden Turki, pada Kamis (12/08/2021).

“Semoga Tuhan mengampuni 17 warga kita yang kehilangan nyawa dalam bencana banjir di Kastamonu, Sinop dan Bartin (provinsi). Saya menyampaikan belasungkawa kepada kerabat mereka dan bangsa kita,” kata Recep Tayyip Erdogan di Twitter.

Erdogan mengatakan ada pekerjaan intensif yang dilakukan di wilayah tersebut oleh semua lembaga dan organisasi.

“Kami akan terus bekerja siang dan malam untuk menyelamatkan warga kami yang terjebak di daerah banjir, untuk mengaktifkan kembali arteri transportasi yang sebagian atau seluruhnya ditutup, dan untuk menghilangkan semua keluhan yang disebabkan oleh kerusakan akibat banjir,” tambahnya.

Menteri Transportasi dan Infrastruktur Adil Karaismaloglu mengatakan pada konferensi pers bahwa setidaknya dua orang tewas di Sinop.

Sebelumnya, Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) mengatakan banjir bandang yang dipicu oleh hujan deras menyebabkan 10 orang tewas di Kastamonu, sementara satu orang hilang di Bartin. Tim penyelamat dan bantuan telah dikerahkan ke daerah yang dilanda banjir, dan pencarian orang hilang sedang berlangsung, menurut para pejabat.

Sementara evakuasi di beberapa daerah terus berlanjut, Bulan Sabit Merah Turki juga berada di lokasi untuk membantu orang-orang yang terkena dampak banjir. Badan amal itu mengatakan telah mengirim dua truk dapur keliling ke wilayah itu untuk menyajikan makanan panas dan air untuk 10.000 orang.

Sejauh ini 323 orang di Bartin, 682 di Kastamonu, dan 302 di Sinop telah dievakuasi. Beberapa jembatan di kota-kota tersebut telah rusak atau ambruk akibat banjir dan 274 desa tidak teraliri listrik.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here