Presiden Azerbaijan : Turki Bukan Pihak yang Berkonflik dengan Armenia di Nagorno-Karabakh

0
253
Bendera Turki dan Azerbaijan dipajang di luar pusat perbelanjaan Atakule di Ankara, 29 September 2020. (Foto AA)

BERITATURKI.COM, Baku (Azerbaijan) – Turki bukanlah pihak dalam konflik antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada hari Selasa (29/09/2020).

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar pemerintah Rusia, Aliyev menekankan bahwa peran Turki di kawasan itu bersifat stabil.

“Turki adalah negara persaudaraan kami dan sekutu kami. Itu hanya memberi kami dukungan moral, dan kami berterima kasih atas solidaritasnya,” tambahnya.

Mengomentari tuduhan Armenia bahwa Turki menembak jatuh jet tempur Su-25 Armenia, Aliyev mengatakan tidak ada pesawat F-16 yang dikerahkan di Nagorno-Karabakh.

Dia juga menepis tuduhan keterlibatan pejuang Suriah dalam konflik tersebut, dengan mengatakan tidak ada bukti itu.

Aliyev menolak kemungkinan pembicaraan dengan tetangganya Armenia mengenai Nagorno-Karabakh dan mengatakan bahwa tuntutan Yerevan tidak dapat diterima.

Bentrokan perbatasan meletus Minggu pagi ketika pasukan Armenia menargetkan posisi sipil dan militer Azerbaijan, yang menyebabkan beberapa korban.

Parlemen Azerbaijan mengumumkan keadaan perang di kota dan wilayah tertentu di seluruh negeri menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki.

Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Empat resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dan dua resolusi Majelis Umum PBB (UNGA), serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan.

OSCE Minsk Group – diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat – dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata, bagaimanapun, disepakati pada tahun 1994.

Prancis, Rusia dan NATO, antara lain, mendesak penghentian segera bentrokan di wilayah pendudukan.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here