PPI Turki, MASAT, TSAT dan FSA Resmi Tandatangani Deklarasi Southeast Asian Students Community in Turkey

0
91

BERITATURKI.COM, Ankara- Organisasi Ikatan Pelajar Asia Tenggara resmi menandatangani deklarasi Southeast Asian Students Community in Turkey pada 23 Maret 2019.  Penandatanganan deklarasi dilaksanakan pada KTT Pelajar Asean 2019 yang bertempat di Ankara, Turki.

Program KTT Pelajar Asean 2019 merupakan hasil kolaborasi perhimpunan pelajar PPI Turki (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki) Malaysian Students Association in Turkey), TSAT (Thailand Students Association in Turkey) dan FSA (Filipina Students Association). Program ini juga mendapat dukungan dari Yurtdisi Turkler ve Akraba Toplulugu (YTB).

Presiden Departemen Mahasiswa Internasional YTB dan perwakilan dari Kedutaan Indonesia dan Malaysia turut memberikan sambutannya pada program KTT. Ketua PPI Turki, Darliz Aziz mewakili pelajar Indonesia untuk menandatangani deklarasi Southeast Asian Students Community in Turkey. Sedangkan perhimpunan pelajar dari MASAT diwakili oleh Nur Izzah Binti Fajharudin (Malaysia), FSA diwakili oleh Kyle Christian Manejero (Filifina) dan Fadel Chehae (Thailand) sebagai wakil dari TSAT.

Komunitas Mahasiswa ASEAN di Turki mulai dibangun pada tahun 2017 oleh empat mahasiswa ASEAN; Gesta Fauzia Nurbiansyah, Farhan Kurnia Mayendri, Nur Izzah Binti Fakharuldin dan Adli Hazmi. Dalam pidatonya di KTT, Farhan sebagai wakil dari penggagas komunitas ini mengatakan bahwa “Komunitas Pelajar ASEAN dibina untuk menjadi platform bagi para pelajar ASEAN di Turki. Tujuan komunitas ini adalah untuk memperkuat setiap asosiasi pelajar tingkat negara di Turki dari wilayah Asia Tenggara untuk menciptakan program yang bermanfaat di masa depan , katanya.

Mahasiswa Indonesia menghibur hadirin dengan tari Zapin

Gesta yang juga salah satu penggagas komunitas ini menyampaikan harapannya agar komunitas ini dapat bermafaat bagi komunitas ASEAN. “Komunitas ini sebagai wadah untuk melepaskan potensi yang dimiliki pemuda Asia Tenggara di turki”, ujar Gesta.

Selain penandatangan deklarasi, KTT Asean juga diisi dengan seminar demokrasi oleh Mr. Serenli, M.Sc yang merupakan Director of the Training and Technical Cooperation Department of Statistical Economic and Social Research and Training for Islamic Countries (SESRIC). Selain itu, perwakilan mahasiswa juga menjadi pembicara dalam KTT Asean.

Pembicara pertama, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Akademi Kepolisan Ankara, Adhe Nuansa Wibisono, yang berbicara mengenai demokrasi Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara. Selanjutnya, Dinamika Monarki di Thailand menjadi topik dari pembicara kedua. Topik ini disampaikan  oleh mahasiswa Ph.D di Universitas Dokuz Eylul asal Thailand, Anwar Komaa. Pembicara pada sesi terakhir disampaikan oleh Imaduddin Rabani bin Zulbahar, mahasiswa Malaysia di Universitas Medeniyet, Istanbul. Pada sesi ini, pembicara menjelaskan tentang sejarah demokrasi di Malaysia. (twa)

Sumber : seasia.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here