PPI Turki dan Dubes RI untuk Turki Bahas Peluang Magang untuk Mahasiswa di Turki

0
50

Selain magang, dubes Iqbal juga menyampaikan terkait dengan pelayanan WNI dan berbagai kebutuhan pelajar Indonesia selama masa studi.

BERITATURKI.COM, Ankara- Pada hari Rabu (17/03) kemarin Untuk pertama kalinya Badan Pengurus Harian (BPH) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki periode 2021/2022 mengadakan rapat internal bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, bapak Lalu Mohammad Iqbal. Rapat ini diadakan secara online melalui aplikasi zoom, pada Hari Rabu, 17 Maret 2021 pada pukul 14.30 hingga pukul 17.00 TRT (Waktu Turki). Dalam rapat ini pak Lalu (sapaan akrab Lalu M. Iqbal) hadir bersama Sekretaris III Pensosbud KBRI Ankara yaitu Hafid Sentosa.

Dalam kesempatan ini pak Lalu menjelaskan tentang program magang yang dikhususkan kepada para mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. Pak Lalu menjelaskan bahwa dalam program magang yang didorong oleh KBRI (singkatan Kedutaan Besar Republik Indonesia) ada 2 level atau tingkatan. Pertama, adalah tingkatan mahasiswa yang masih aktif di perkuliahan. Kemudian kedua, yang berada pada tahap akhir perkuliahan.

PPI Turki dan Dubes RI untuk Turki Bahas Peluang Magang untuk Mahasiswa di Turki
Foto: Rapat PPI Turki bersama Dubes RI di Turki

Pada level pertama pak Lalu menjelaskan bahwa Pihak KBRI telah menjalin hubungan intensif dengan beberapa OSB (Kawasan Industri) yang ada di kota-kota di Turki seperti; Trabzon, Antalya, Samsun, Bursa, Mersin, Kayseri, dan Konya. Melalui hubungan erat dengan OSB ini, ada peluang/kesempatan besar bagi mahasiswa Indonesia untuk melakukan magang di perusahaan-perusahaan OSB yang ada di Turki. Selain menjalin hubungan dengan OSB yang ada di Turki, KBRI juga menjalin hubungan pihak-pihak dan pelaku-pelaku industri lokal.

Pada level atau tingkatan kedua, yaitu mahasiswa yang berada pada tahap akhir pendidikan kuliah. Pak Lalu mengabarkan bahwa KBRI telah menjalin hubungan dengan perusahaan besar khususnya di bidang jurusan Teknik, Bisnis, dan HI. Adapun perusahaan yang sempat dijalin komunikasinya oleh KBRI seperti perusahaan-perusahaan di Turki, seperti BAYRAKTAR (Istanbul), TUZLA, ROKETSAN, dan TAI (Ankara).Lebih lanjut, pak Lalu memberi saran kepada pengurus BPH PPI Turki agar membuat sistem LinkedIn yang berisi database Mahasiswa Indonesia dengan spesifikasi dan keahlian di bidang masing-masing. Hal ini dilakukan agar digitalisasi data-data mahasiswa Indonesia semakin mudah ditemukan dan dilacak bila ada kebutuhan SDM.Selain pembahasan peluang magang, pak Lalu juga menyinggung tentang proses pengesahan legalitas PPI Turki dan mengajak mahasiswa dan pelajar Indonesia di Turki untuk membuat asuransi kesehatan yang sah, legal dan aman; bukan sekadar persyaratan ikamet (izin tinggal) saja, namun sebagai solusi pembayaran biaya pengobatan kesehatan.

Sebagai akhir, rapat yang dihadiri oleh Anggota Pengurus Inti BPH PPI Turki yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekjen (Sekretaris Jendral), beberapa Kepala Departemen, dan beberapa pengurus BPH PPI Turki ini ditutup dengan ungkapan pak Lalu mengenai kualitas pelajar/mahasiswa Indonesia bila dibandingkan dengan negara lain. Menurut beliau, “orang-orang Indonesia, terutama kaum mudanya, secara individu, memiliki kualitas yang sangat baik – bahkan bisa dibilang lebih baik dari negara tetangga kita. Namun, yang menjadi kendala terbesar kita di Indonesia adalah sistem yang tidak mendukung. Nah, sebaik apapun seseorang, mereka akan bernilai kosong sampai berada di sistem yang tepat.”

Sumber: Instagram @ppiturki/Muhammad Hafidz Ramadhani & Muhammad Setyawan Wirapraja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here