Pidato Evaluasi 2 Tahun Sistem Presidensial Turki Presiden Erdoğan

0
107

Sistem pemerintahan presidensial Satu-satunya reformasi administrasi Turki dilakukan melalui kehendak rakyat, kata Presiden Erdogan dalam rapat besar evaluasi 2 tahun sistem baru presidensial.

BERİTATURKİ.COM, Ankara| Presiden Recep Tayyip Erdoğan berpidato di hadapan para peserta pada Pertemuan Evaluasi 2 Tahun Kabinet Pemerintahan Presiden yang diadakan di Beştepe Millet Congress and Culture Centre .

Pidato 2 tahun sistem presidensial di Turk oleh Presiden Erdogan.

Berikut pidato presiden Erdogan yang direkam oleh Anadolu Agency kantor pusat Ankara.

Pidato Erdogan dalam rangka peringatan 2 tahun sistem presidensial di Turki

Erdoğan Menekankan bahwa Turki telah melalui tahapan yang penting dan sangat menentukan dalam 7 tahun terakhir. Turki sebagai bangsa telah melewati tahapan penting untuk menuju perubahan kemajuan, ujar Erdoğan.

Refleksi 2 tahun Pemerintahan Turki di bawah sistem presidensial saat ini, Erdoğan mengatakan bahwa birokrasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat serta lebih efektif dan komprehensif dalam menanggapi krisis regional dan global, ia mengatakan pada hari Selasa (21/07).

“Sistem pemerintahan presidensial adalah satu-satunya reformasi administrasi yang dilakukan secara langsung oleh kehendak rakyat dalam upaya 200 tahun kami untuk demokrasi,” kata Recep Tayyip Erdogan pada pertemuan kabinet khusus yang melihat kembali dua tahun terakhir di bawah sistem presidensial Turki, yang diadopsi setelah referendum publik tahun 2017 lalu.

3 poin utama pidato Erdogan tadi malam adalah sebagai berikut:

  • Kebijakan ekonomi :
    Kami menguat daya tahan ekonomi terhadap guncangan ekonomi global.
  • Proyek kanal istanbul:
    Kita telah menyelesaikan tahap penelitian proyek. Dan penelitian ini nantinya akan jadi contoh untuk seluruh dunia
  • Perkembangan Di Libya:
    Kita selalu mengikuti perkembangan di Libya. Siapapun tidak perlu berharap banyak, sebab kita tidak akan menyerahkan bonus kepada siapapun
3 poin utama dalam penyampaian pidato politik Erdogan (AA/21-07-2020)

Erdogan menambahkan bahwa ia akan dengan sukarela mengubah arah lagi jika ada sistem pemerintahan yang lebih baik dan lebih efektif ditemukan, ia menekankan bahwa “rasa sakit yang lahir” untuk perubahan tidak dapat dihindari ketika negara itu memerlukan reformasi dan koreksi atas berbagai sistem dalam bidang kehidupan dan politik bangsa dan negara.

Dia menegaskan bahwa Turki tidak berusaha untuk melanggar hak-hak negara lain, tetapi dalam rangka untuk terus melindungi hak-hak bangsa kami sendiri.

Para pemilih Turki memilih untuk beralih ke sistem presidensial dalam referendum April 2017. Pada Juni 2018, Erdogan terpilih kembali sebagai presiden, presiden pertama Turki di bawah sistem baru (presidensial).

Perjuangan menghadapi pandemi virus corona

Berkaitan dengan pandemi Covid-19, Erdoğan mengatakan bahwa selain melindungi rakyatnya sendiri, Turki telah mengirimkan Alat Pelindung Diri (APD) dan juga ventilator perawatan kesehatan bagi 136 negara dan empat organisasi internasional.

Turki juga telah melakukan antisipasi di delapan perlintasan perbatasan dengan negara negara tetangga mereka untuk pemeriksaan kesehatan dalam rangka menjaga Turki agar tidak terjadi penyebaran virus

Pemerintah Turki tidak terhalang oleh pandemi, karena mencapai 93% dari 2.384 tindakan yang direncanakan selama 180 hari pertama hingga akhir Juni ini lalu. Kami telah melewati hari-hari terburuk pandemi, kata Erdogan.

Dia juga mengatakan bahwa lebih dari 90.000 diaspora Turki dari 138 negara telah dibawa kembali ke Turki di masa pandemi.

Turki telah melaporkan 221.500 kasus Covid-19, 204.011 angka pemulihan dan 5.526 kematian sejauh ini, menurut Kementerian Kesehatan Turki.

Dalam bulan-bulan terakhir telah terlihat penurunan jumlah kasus harian, jumlah pemulihan hampir mengalahkan jumlah kasus yang terjadi -tolok ukur utama- keberhasilan Turki melawan tidak terlepas dari tindakan yang telah diambil Pemerintah dalam rangka melakukan penindakan dan langkah-langkah pencegahan menuju normalisasi.

Berjuang melawan terorisme

Tentang perjuangan Turki melawan terorisme, Erdogan mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir, negara tersebut telah melakukan lebih dari 243.000 operasi melawan kelompok teroris PKK.

“Kami menetralkan total 2.354 teroris dalam operasi anti-teroris,” katanya, seraya menambahkan bahwa jumlah teroris di Turki turun di bawah 400 orang.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK -yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE- telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Erdogan juga menekankan negara itu juga melakukan 17.000 operasi melawan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta yang dikalahkan 2016.

Erdogan menggarisbawahi bahwa Turki telah secara substansial mencabut semua struktur FETO dari birokrasi dan dunia bisnis di Turki, ia mengatakan negara itu terus membersihkan sisanya.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang mati syahid dan hampir 2.200 terluka.

Ankara menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.

Erdogan mengatakan 2.652 operasi dilakukan di negara itu terhadap Daesh / ISIS dan organisasi teroris Al-Qaeda, 635 teroris dinetralkan, dan lima aksi teroris telah digagalkan.

Sejak awal 2017, tidak ada tindakan tunggal yang dilakukan oleh Daesh / ISIS di Turki, ia menambahkan.

Juga, sebagai bagian dari perang melawan narkoba, 364.346 operasi telah dilakukan dalam dua tahun terakhir, kata Erdogan.

Syria

Erdogan mengatakan Turki akan melanjutkan kehadirannya di Suriah sampai rakyat Suriah memperoleh kedamaian, kebebasan, dan kepercayaan diri.

Dia juga mengkritik pemilihan saat ini di Suriah serta negara-negara yang tidak mengutuk pemilu yang dibajak rezim Assad.

Migrasi dan operasi

Sebagai bagian dari upaya untuk menangani migrasi ilegal, jumlah pusat pengungsian telah ditingkatkan menjadi 28 titik dengan sembilan titik baru, dan kapasitas mereka hingga 20.000, kata Erdoğan, dan mencatat bahwa jumlah warga Suriah yang kembali secara sukarela ke daerah-daerah bebas teror melebihi 402.000 orang.

Erdogan mengatakan Turki memperkuat tentaranya di semua bidang untuk perdamaian dan keamanan luar negara dan dalam negerinya sendiri, ia menambahkan bahwa Turki, melalui Operation Euphrates Shield dan operasi lainnya -termasuk Olive Branch, Claw-Eagle, Peace Spring, dan Spring Shield – telah memberikan pukulan baru ke koridor teroris yang berusaha dibuat di perbatasan selatannya.

“Kami membuat zona aman di seberang perbatasan untuk menghentikan teroris menyusup dari perbatasan Irak. Jadi, kami secara signifikan menghilangkan ancaman teroris terhadap negara kami dari wilayah ini,” katanya.

Perkembangan dalam industri pertahanan Turki

Erdogan menunjukkan bahwa ketergantungan eksternal pada industri pertahanan turun menjadi 30% dari 70%, dan sementara pada tahun 2002, 62 proyek pertahanan dengan anggaran 5,5 miliar dolar telah dieksekusi. Saat ini jumlahnya telah mencapai 700 proyek dengan anggaran 60 miliar dolar. 

Jumlah perusahaan yang beroperasi di industri pertahanan naik dari 56 perusahaan menjadi 1.500 perusahaan pada 2020 ini, dan omset sektor pertahanan Turki sampai dengan hari ini ini dari 1 miliar dolar telah menjadi 11 miliar dolar pada periode yang sama, dan tabel ini juga tercermin dalam angka ekspor, katanya.

Ekspor pertahanan dan penerbangan Turki, yang hanya bernilai 248 juta dolar 18 tahun lalu, sekarang telah mencapai lebih dari 3 miliar dolar, tambahnya.

Dalam dunia transportasi, Turki terus melakukan investasi infrastruktur terbesar dalam sejarah negara itu, kata Erdogan, ia menambahkan bahwa dalam konteks ini, Turki juga telah berhasil membuka Bandara terbesar Eropa di Istanbul -di mana akan melayani 90 juta penumpang per tahun- dan kapasitasnya dapat mencapai hingga 200 juta ketika bandara mulai beroperasi penuh.

Bandara ini telah menjadi salah satu monumen kebanggaan di negara itu segera setelah dibuka, mempekerjakan 225.000 orang dan mengoperasikan lebih dari 300 jalur penerbangan, dengan 250 di antaranya internasional, ia menekankan.

Dia juga mengatakan bahwa meskipun ada pandemi, 65 juta lalu lintas penumpang telah dilakukan melalui penerbangan domestik dan internasional sejak pembukaannya akhir tahun lalu.

Laut Mediterania

Erdoğan juga mengatakan Turki terus melakukan kegiatan pengeboran di Mediterania Timur sesuai dengan hukum internasional.

Sebagai bagian dari nota kesepahaman yang ditandatangani antara Pemerintah Libya Kesepakatan Nasional dan Turki untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan militer pada 27 November 2019, Erdogan menekankan bahwa Turki melindungi hak dan kepentingannya di Mediterania Timur.

Erdogan menambahkan bahwa Turki juga mengambil langkah-langkah tambahan untuk memperkuat kerja sama dengan Libya di sektor energi. 

Dia mengundang semua aktor, yang bertindak melawan pemerintah Libya yang sah, untuk menghormati hukum internasional dan kehendak rakyat Libya. İa mengakhiri.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here