Pesawat Militer A400M Milik Turki Siap Mengudara

BERITATURKI.COM, Ankara – Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turki Ismail Demir mengumumkan bahwa pesawat militer A400M milik Angkatan Bersenjata Turki telah selesai. Dalam pernyataan tersebut ia berkata, “Pesawat ke-10 kita yang diproduksi untuk Angkatan Udara Turki dalam lingkup Proyek A400M Angkatan Bersenjata Turki telah memasuki inventaris dan siap mengudara.”

Demir juga membagikan pernyataan mengenai armada A400M di akun Twitter-nya sebagai berikut:

“Armada A400M kami telah selesai. Pesawat ke-10 dan terakhir kami yang diproduksi untuk HvKK dalam lingkup Proyek A400M Angkatan Bersenjata Turki, di mana kami adalah mitra dalam desain dan produksi untuk misi transportasi taktis, telah memasuki inventaris. Semoga berhasil.”

Pernyataan berikut juga dibuat oleh Direktorat Industri Pertahanan tentang pesawat ini:

“Ini merupakan pesawat terakhir yang diproduksi untuk Turki dalam lingkup Proyek A400M, yang bermitra untuk kebutuhan transportasi taktis Komando Angkatan Udara telah dikirimkan ke kota Kayseri. TAI (Turkish Aerospace Industries) turut terlibat dalam desain dan produksi pesawat ini dan TEI adalah subkontraktor dalam produksi mesin. Pesawat ini diproduksi dalam konfigurasi perbandingan dengan yang sebelumnya A400M Dalam lingkup Proyek Pesawat Transportasi. Perjanjian yang ditandatangani antara OCCAR dan Perusahaan AMSL atas nama konsorsium yang terdiri dari Jerman ( 53), Belgia-Lux (8), Prancis (50), Inggris (22), Spanyol (27) dan Turki (10), yang mencapai total Sebanyak 103 pesawat telah selesai dan siap untuk dikirim.”

Sambil menunjukkan bahwa pengguna non-konsorsium pertama dari pesawat yang dimaksud adalah Angkatan Udara Kerajaan Malaysia, pernyataan itu mengatakan, “Dengan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2021, Kazakhstan memesan 2 pesawat sebagai negara pengguna kesembilan dari pesawat A400M. Jalur Perakitan Akhir dibuka pada bulan Agustus 2007. Upacara penyerahan pesawat dari jalur perakitan akhir ke jalur penerbangan diadakan di Spanyol pada tanggal 26 Juni 2008. Penerbangan pertama Pesawat A400M dilakukan pada 11 Desember 2009.”

Dalam pernyataan yang mengingatkan bahwa SSB (Direktorat Industri Pertahanan Turki) adalah pelaksana proyek atas nama Turki, tercatat bahwa:

“Turkish Aerospace Industries Inc. (TUSAŞ), bersama dengan industri penerbangan dari negara-negara yang turut berpartisipasi (Jerman, Belgia, Prancis, Inggris dan Spanyol), bertanggung jawab dalam desain dan produksi pesawat sesuai dengan jumlah pesawat yang Selain komponen struktural utama Pesawat A400M seperti Front Mid-Frame, Rear Fuselage Upper Section, Paratrooper Doors, Emergency Exit Gate, Rear Upper Escape Cover dan Tail Cone, Aileron dan Speed ​​Brake , yang merupakan salah satu permukaan kontrol penerbangan terpenting, (Spoiler) dirancang dan diproduksi oleh para insinyur dan teknisi TAI.

Pesawat A400M menggunakan mesin TP400, mesin turboprop unik yang dirancang oleh konsorsium Euro Prop International (EPI) (Rolls-Royce, MTU, Snecma dan ITP), subkontraktor AMSL. Di antara sub-kontraktor EPI pada mesin, TUSAŞ Motor Sanayi A.Ş. (TEI) juga disertakan.”

MSN009, pesawat pertama yang dikirim ke Turki dalam lingkup Proyek Pesawat Transportasi A400M, dimasukkan dalam inventaris pada tahun 2014. Sebagai hasil dari kegiatan pengujian yang dilakukan di fasilitas Airbus Sevilla/Spanyol, Turki menjadi negara pertama dalam Konsorsium yang menyelesaikan ‘Armada A400M’, dengan pesawat kesepuluh dan terakhir Turki yang diterima pada 29 Maret 2022.

Sambil menekankan bahwa pesawat kesepuluh, bernomor MSN 118 adalah pesawat pertama yang dikirim pada tingkat konfigurasi baru dalam lingkup proyek ini dan memiliki kemampuan lebih tinggi daripada pesawat lain yang sebelumnya dimasukkan ke dalam inventaris, pernyataan itu tertulis, “Kegiatan peningkatan yang dilakukan untuk konfigurasi akhir pesawat A400M kami, yang sebelumnya dikirimkan dalam lingkup kontrak, dilakukan di Kayseri dan di Pusat Retrofit yang didirikan di Turki, dan dalam lingkup ini, kegiatan retrofit 2 pesawat kami telah berhasil diselesaikan sejauh ini.”

Dalam pernyataan tersebut, dilaporkan bahwa pesawat kesepuluh yang akan memperkuat kekuatan Angkatan Udara Turki ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pertahanan negara. Pesawat telah dikerahkan ke Komando Pangkalan Utama Transportasi Udara ke-12 di Kayseri / Erkilet pada 30 Maret oleh Awak penerbangan TNI AU setelah kegiatan uji penerimaan selesai.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here