Pesan Dari Presiden Erdogan Sebelum Bertemu Dengan Presiden AS Biden

0
15

BERITATURKI.COM, Istanbul – Pada hari minggu (13/06/2021) Presiden Erdogan mengadakan konferensi pers di Atatürk Airport State Guest House sebelum berangkat ke Brussels untuk menghadiri KTT Pemimpin NATO.

Sambil mengingatkan bahwa dia akan segera berkunjung ke Brussel untuk menghadiri KTT Pemimpin NATO yang akan diadakan hari ini, Erdogan mengatakan, “Kami akan ikut berpartisipasi dalam pertemuan KTT ini, sebab disini keputusan akan ambil mengenai proses NATO 2030 yang akan menentukan peta jalan aliansi kerjasama untuk 10 tahun ke depan. Bersama dengan sekutu kami, kami sekali lagi menggarisbawahi bahwa kami memberikan prioritas penting untuk aliansi ini.”

Sambil mengatakan bahwa NATO sedang beradaptasi dengan kondisi baru sambil memperbarui dirinya dalam menghadapi berbagai ancaman yang berbeda, Erdogan berkata, “Kami percaya bahwa dalam proses ini keamanan, solidaritas dan kebersamaan merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan pada mekanisme pengambilan keputusan dan prinsip-prinsip yang mendasari persekutuan/aliansi. Kami akan menekankan masalah ini di KTT nantinya.”

Erdogan menunjukkan bahwa sebagian besar krisis yang membahayakan stabilitas global saat ini dialami di oleh Turki, terkait masalah ini Erdogan berkata:

“Sebagai sebuah negara, Turki berperang melawan banyak organisasi teroris secara bersamaan, dari ISIS hingga PKK dan YPG, dari FETO hingga DHKP/C. Kami berjuang melawan gerakan teroris ini tidak hanya di dalam perbatasan kami, tetapi juga di wilayah yang luas, dari Suriah hingga Irak. Serangan teroris di Rumah Sakit Asy-Syifa di Afrin kemarin menunjukkan betapa berbahaya dan brutalnya gerakan PKK-YPG tersebut. 14 warga sipil, termasuk bayi, dokter dan pasien meninggal dalam serangan itu dan 32 lainnya mengalami luka-luka. Sekali lagi, saya mengucapkan semoga Allah merahmati saudara-saudara kita yang kehilangan nyawa dalam serangan itu, dan semoga Allah memberikan kesembuhan kepada korban luka-luka. Kami akan menagih atas setiap tetes darah yang mereka tumpahkan dari para teroris yang membunuh orang-orang tak berdosa di negara kami, warga sipil di Suriah dan saudara-saudara Kurdi kami di Irak.”

Ia juga menekankan bahwa Turki tidak hanya memerangi terorisme, tetapi Presiden Erdogan juga mengatakan bahwa Turki juga menghadapi permasalahan migrasi ilegal dari arah timur dan barat.

Ketika ditanya masalah apa yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di KTT NATO nantinya, Erdogan mengatakan bahwa itu akan menjadi pertemuan tatap muka pertama yang akan mereka lakukan dengan Biden setelah dia menjabat, dan Erdogan berkata:

“Pertama-tama, kita perlu menempatkan hubungan Turki-AS di atas satu meja. Tentu saja banyak gosip yang beredar baik di dalam maupun luar negeri. Kita harus meninggalkan gosip ini dan harus berbicara tentang ‘Apa yang bisa kita lakukan, apa yang akan kita lakukan’. Ruang pertemuan kita sangat luas. Sayangnya, 24 April adalah proses yang sangat-sangat negatif bagi kami. Tentu saja, kami tidak mengharapkan pendekatan seperti itu, tetapi pendekatan ini sangat mengecewakan kami dan tidak mungkin bagi kami untuk menganggapnya benar untuk dilewatkan tanpa membicarakannya. Karena Turki bukanlah negara sembarangan. Turki adalah negara sekutu dengan Amerika Serikat di NATO. Faktanya bila kedua sekutu ini mengambil pendekatan seperti itu terhadap orang-orang Armenia, yang tidak ada hubungannya dengan NATO dalam hal ini, sangat mengganggu dan membuat kami sedih. Tentu saja, tidak mungkin untuk melewati begitu saja tanpa mengingatkan masalah ini.”

Ia juga menunjukkan bahwa ada banyak masalah yang tersisa untuk industri pertahanan saat ini, Erdogan mengatakan, “Yang paling penting adalah masalah pesawat F-35. Dalam hal ini, meski Turki sudah memenuhi janjinya, sayangnya Amerika belum bisa memenuhi janjinya dengan tidak memenuhi kontrak. Turki telah melakukan pembayaran. Selain itu, Turki telah memberikan pesanan untuk sekitar 700-750 bagian pesawat, dan proses pembelian dari Turki dalam arti yang serius sudah ada, tetapi meski Turki telah melakukan pembayaran yang sangat serius untuk semua ini. Pesawat tempur F-35 ini juga tidak dikirim, malah disita di sana.”

Ketika ditanya tentang status cadangan Bank Sentral dan perkembangan perdagangan dengan mata uang lokal, Presiden Erdogan mengatakan bahwa cadangan devisa Bank Sentral telah mencapai level 100 miliar dolar. Ia Menunjukkan bahwa negara-negara dapat melakukan transaksi jual beli dengan mata uang lokal mereka sendiri, yang disebut dengan nama perjanjian “swap” antara Bank Sentralnya masing-masing negara.

Setelah konferensi pers yang diadakan di Bandara Atatürk, Presiden Erdogan berangkat ke Brussel dengan pesawat “TC-TUR” pada pukul 15.00 waktu setempat.

Delegasi dari Turki terdiri dari Presiden Erdoğan dan istrinya Emine Erdoğan, Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar, Direktur Komunikasi Presiden Fahrettin Altun, Juru Bicara Presiden Ibrahim Kalin, Juru Bicara Partai AKP Ömer Çelik, anggota dewan dari Partai AKP Rize dan Ketua Kelompok Parlemen NATO Osman Aşkın Bak.

Sumber : Hurriyet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here