Pertemuan Tripartite Turki-Rusia-Ukraina Dimulai

BERITATURKI.COM, Antalya – Para menteri luar negeri Turki, Ukraina, dan Rusia bertemu pada Kamis untuk mencapai perdamaian permanen saat perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-15.

Pertemuan tripartit tingkat tinggi dimulai pada pukul 11.00 setempat (0800 GMT) di tengah Forum Diplomasi Antalya di Turki

Sebelum pertemuan, Menteri Ukraina Dmytro Kuleba di media sosial menyuarakan harapan “pembicaraan dengan itikad baik, bukan dari perspektif propaganda, tetapi benar-benar dengan tugas menemukan solusi bagaimana mengakhiri perang yang dilancarkan Rusia.”

Secara terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu juga menyatakan harapan pertemuan tersebut membuka pintu bagi gencatan senjata permanen.

Posisi kedua pihak 

Moskow memiliki berbagai syarat untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Salah satunya mereka ingin Ukraina mengamandemen Konstitusinya untuk menyatakan dengan tegas bahwa Kyiv tidak akan bergabung dengan aliansi apa pun dan Krimea adalah wilayah Rusia.

Pada Februari 2019, parlemen Ukraina menyetujui amandemen Konstitusi yang menetapkan keinginan Ukraina bergabung ke NATO.

Putaran pertama negosiasi berlangsung pada 28 Februari di Gomel, Belarusia dekat perbatasan Ukraina dan berlangsung selama lima jam.

Putaran kedua berlangsung pada 3 Maret dan yang ketiga pada 7 Maret, keduanya di wilayah Brest, Belarusia.

Rusia mengumumkan pada Senin mendeklarasikan gencatan senjata “sementara” di ibukota Ukraina Kyiv dan kota-kota Mariupol, Kharkiv, dan Sumy mulai pukul 10 pagi waktu setempat (0700GMT) untuk memastikan evakuasi warga sipil.

Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menarik kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan bagi Moskow dan mendorong eksodus perusahaan global dari Rusia.

Setidaknya 516 warga sipil telah tewas dan 908 lainnya terluka di Ukraina sejauh ini, menurut angka PBB, dengan jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan akan lebih tinggi.

Lebih dari 2,1 juta orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga, menurut Badan Pengungsi PBB.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here