Pertemuan Pertama Antara Erdogan Dan Biden

0
24

BERITATURKI.COM, Brussel – Pada hari senin (14/06/2021) telah dilaksanakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) NATO di markas besar NATO di Brussel, ibu kota Belgia. Konferensi ini dihadiri oleh para kepala pemerintahan negara-negara NATO.

Para pemimpin dari 30 negara anggota NATO menghadiri pertemuan tersebut, di mana Turki diwakili langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

KTT ini akan menentukan peta jalan untuk 10 tahun ke depan, diantaranya memperbarui konsep strategis NATO, membahas tentang kebangkitan Cina, keadaan hubungan dengan Rusia dan Ukraina yang telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, ancaman dunia maya, perang melawan terorisme, teknologi yang mengganggu, dampak perubahan iklim terhadap keamanan dan membahas juga tentang misi NATO di Afghanistan seperti isu-isu keputusan pemberhentian operasi.

Hubungan transatlantik juga dibahas pada KTT NATO yang dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden untuk pertama kalinya setelah ia terpilih sebagai presiden AS.

Presiden Erdogan menghadiri sesi utama KTT NATO. Program penyambutan resmi pun juga diadakan untuk para tamu di Markas NATO tempat KTT diadakan.

Presiden Erdogan dan para pemimpin lainnya disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Setelah semua pimpinan disapa satu per satu, dilakukanlah sesi foto bersama dengan mengikuti aturan social distancing.

Sebelum sesi Konferensi dimulai, Presiden AS Joe Biden menemui Presiden Erdogan dan menyapanya. Kedua pemimpin mengobrol sebentar sebelum KTT dimulai. Patut dicatat juga bahwa kedua pemimpin memberi hormat dengan memperhatikan langkah-langkah protokol kesehatan.

Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki Fahrettin Altun memposting di akun media sosialnya tentang pertemuan pertama antara Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden AS Joe Biden.

Adapun isi postingan tersebut sebagai berikut: “Presiden melakukan percakapan yang ramah dengan Presiden Biden di KTT NATO hari ini. Kedua pemimpin akan bertemu lagi dalam waktu dekat untuk membahas masalah bilateral dan regional.”

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here